Pemkot Solo Dorong BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Pemberdayaan Peserta dan Ahli Waris
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Dampak pandemi Covid-19 di Sleman menyebabkan angka kemiskinan mengalami kenaikan sekitar 10% dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini menjadi ujian berat yang dihadapi Pemkab Sleman.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman Eko Suhargono mengatakan jumlah keluarga miskin bertambah 3.727 KK menjadi 30.000 KK. Penambahan terjadi sejak pandemi Covid-19 melanda pada Maret 2020 lalu. Kondisi ini terjadi akibat banyaknya sektor ekonomi dan pariwisata di Sleman yang terhempas pandemi. "Ya penambahan keluarga miskin di Sleman hampir 30.000 KK, bertambah antara 10 sampai 15 persen dibandingkan data 2020 sebanyak 29.161 KK. Ini terdampak Covid-19," katanya, Minggu (17/1/2021).
Menurut Eko, Pemkab sejatinya menargetkan angka kemiskinan di Sleman turun menjadi 8% pada tahun ini. Namun akibat pandemi Covid-19, angka kemiskinan justru mengalami penambahan. Pada 2018 jumlah KK miskin sebanyak 34.128 (9,48%). Angka tersebut mengalami penurunan pada 2019 menjadi 31.355 KK (8,77%) atau turun 0,71%. "Ini menjadi ujian bagi kita bersama, bagaimana menurunkan angka kemiskinan ke depan," katanya.
Data kemiskinan tersebut, kata Eko, masih dinamis. Dinsos masih terus melakulan verifikasi dan validasi data kemiskinan sebelum dimasukkan dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). "Kami terus melakukan verval. Verval dilakukan mulai dari tingkat kalurahan karena yang mengetahui betul kondisi warga miskin ya kalurahan," katanya.
Disinggung soal penyebab kemiskinan, Eko mengatakan salah satu faktornya kehilangan pekerjaan sebagai dampak pandemi Covid-19. Mereka yang kehilangan pekerjaan, kebanyakan yang memiliki skill rendah atau berposisi di bagian yang rendah. "Misalnya untuk garmen, biasanya posisinya sebagai penjahit. Akibat pandemi mereka ini yang banyak kehilangan pekerjaan," ujarnya.
Sekadar diketahui, saat ini tengah dilakukan penyaluran bantuan sosial (Bansos) bagi sekitar 43.000 penerima Bansos dari kelompok Program Keluarga Sejahtera (PKH). Adapun jumlah penerima Bansos Sembako senilai Rp200.000 di Sleman sekitar 76.000 penerima dan penerima BST sebesar Rp300.000 sekitar 43.000 penerima. "Data-data penerima Bansos harus terpadu by name dan address berbasis NIK," kata Eko.
Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan selama pandemi Covid-19 ini anggaran Pemkab masih difokuskan untuk penanganan Covid-19. Selain itu, Pemkab juga menyiapkan program pemulihan ekonomi nasional. "Sembari menangani Covid-19 juga dilakukan pemulihan ekonomi. Dua hal ini tetap kami lakukan, meskipun program pembangunan fisik tetap kami lakukan," kata Harda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 21 September 2026 tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 21 September 2026, lengkap rute, tarif Rp12.000–Rp26.000, serta jam keberangkatan.
Gibran menyoroti pernyataan oknum SPPG yang diduga mengejek korban MBG dan mengajak publik menjaga ruang aman bagi anak.
Angsuran pertama kredit KDKMP jatuh tempo September 2026. Kemenkeu masih menunggu tagihan Himbara meski anggaran telah disiapkan.
Sumaya meraih perak tunggal putri teqball Asian Games 2026 dan mengukir sejarah setelah beralih dari sepak takraw sekitar dua tahun lalu.