Keheningan Merapi, Karya Maestro Sidik Gugah Kepedulian Sosial Para Sukarelawan

Sidik Martowidjojo dan lukisan 'Keheningan Merapi' karyanya/Ist
17 Januari 2021 22:37 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Gunung Merapi menjadi objek utama lukisan Maestro Sidik W Martowidjojo 'Pit Mabuk' saat melukis amal di Embung Kaliaji Turi Sleman, Minggu (17/1/2021). Lukisan berukuran 1x1,5 meter itu oleh Sidik diberi judul 'Keheningan Merapi' dan didedikasikan untuk para relawan Merapi dan relawan Covid-19 yang sudah mengorbankan waktu, tenaga untuk kemanusiaan.

Menurut Sidik, Gunung Merapi sudah dikenal dunia internasional, seperti Pulau Bali. Merapi ini bisa dikatakan merupakan simbol kekuatan (power) dan juga persatuan bangsa. Merapi juga sudah banyak memberi kesejahteraan kepada masyarakat dan Merapi selalu memberi aba-aba saat akan meletus, sehingga sangat sedikit menimbulkan korban jiwa.

"Oleh karena itu, sudah seharusnya kita bersyukur kepada Ilahi yang telah memberikan bumi yang indah ini, hening seperti keheningan Merapi yang bisa kita rasakan saat ini," ujar Sidik kepada wartawan usai melukis. Sidik menyelesaikan lukisannya hanya dalam waktu 30 menit.

Kegiatan melukis amal ini merupakan kolaborasi antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY melalui program 'PWI DIY Peduli' dengan pelukis Sidik Martowidjojo dan Pemerintah Desa Wonokerto Turi. Kegiatan melukis amal ini dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan disiarkan melalui zoom meeting sehingga bisa disaksikan masyarakat luas secara virtual.

Koordinator Melukis Amal, Widyo Suprayogi mengatakan, ada dua lukisan Sidik Martowidjojo yang akan dijual/dilelang untuk amal, yaitu lukisan 'Keheningan Merapi' yang baru saja dilukis dan lukisan milik Sidik berjudul 'Pintu Surga'. Kedua lukisan itu dibuka di harga Rp 200 juta. Panitia memberikan waktu 10 hari hingga 27 Januari 2021 bagi masyarakat luas (kolektor lukisan, instansi, perorangan) untuk mengajukan penawaran harga.

"Selama 10 hari kedepan panitia akan mempublikasikan dan menawarkan dua lukisan tersebut. Pengumuman pemenang lelang (harga tertinggi) akan diumumkan secara virtual pada 27 Januari mendatang," ujarnya.

Namun bagi pihak-pihak yang tidak berniat membeli lukisan, tapi ingin berdonasi, panitia tetap memfasilitasinya. Dijelaskan Widyo, donasi ditetapkan minimal sebesar Rp 500 ribu dan mendapat 1 kupon undian (berlaku kelipatannya). Nantinya kupon undian tersebut akan diundi pada 27 Januari di depan notaris. Pemenangnya akan mendapatkan satu lukisan Sidik berjudul 'Merapi' ukuran 100x75 cm.

"Jadi yang ingin berdonasi tetap bisa, dan berkesempatan memenang 1 lukisan dari Maestro Sidik," ujarnya.

Ketua PWI DIY Hudono SH mengatakan, kegiatan melukis amal ini gemanya tidak hanya nasional, tapi internasional, karena Maestro Sidik Martowidjojo kalibernya adalah pelukis internasional. Pesan penting yang ingin disampaikan Maestro Sidik lewat kegitan melukis amal ini adalah menggugah kepedulian sosial dan kemanusiaan dari berbagai pihak terutama seniman agar peduli dengan para relawan yang sudah banyak berkorban untuk kemanusiaan, tapi sangat sedikit diperhatikan.

"Ini momentum tepat menggugah kepedulian sosial para seniman untuk lebih banyak berkiprah bagi kemaslahatan masyarakat (khususnya relawan). Apa yang dilakukan Maestro Sidik ini akan menginspirasi seniman lainnya, nasional maupun internasional. Banyak event lain yang bisa dikolaborasikan antara seniman dengan program PWI DIY Peduli ini," katanya. (*)