Cetak Banyak Gol di MLSC Jogja, Khayla Ingin Tembus Timnas Indonesia
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Cinere-Jagorawi di Depok, Jawa Barat, Minggu (20/12/2021). /Bisnis-Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, SLEMAN- Pembangunan tol Jogja-Bawen ditargetkan mulai Agustus mendatang. Adapun rencana pematokan trase dilakukan hangga Maret dilanjutkan dengan proses pembebasan lahan pada Mei mendatang.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja-Bawen Mirza Nurul menyampaikan pemasangan patok trase Jalan Tol Jogja-Bawen merupakan tindak lanjut Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol pada 13 November 2020 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Proses pematokan dilakukan setelah Izin Pengadaan Lahan (IPL) keluar pada 21 Desember 2020.
"Setelah pemasangan patok, dilanjutkan proses pembebasan tanah yang rencananya akan dimulai pada Mei mendatang. Kami harapkan kegiatan pembebasan lahan ini berjalan dengan lancar sesuai dengan target," kata Mirza melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (20/1/2021).
Untuk mempercepat pengadaan tanah, PT JJB selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) beserta stakeholder terkait seperti kontraktor pembangunan jalan tol membantu Pemerintah dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) segera melakukan koordinasi dan mengawal kelancaran pembebasan tanah.
"Proses pembebasan tanah dengan pemilik tanah tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kami targetkan, konstruksi Jalan Tol Jogja-Bawen dapat dimulai pada Agustus mendatang,” jelas Mirza.
Untuk diketahui, rencana pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen memiliki panjang total 75,82 km dengan nilai investasi sebesar Rp14,26 triliun dan masa konsesi selama 40 tahun. Jalan tol ini akan melintasi dua provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 Km dan DIY sepanjang 8,77 Km.
Untuk konstruksinya dibagi dalam enam seksi. Seksi I Jogja-SS Banyurejo (8,25 Km) seksi II, SS Banyurejo - SS Borobudur (15,26 Km), seksi III SS Borobudur - SS Magelang (8,08 Km), seksi IV SS Magelang - SS Temanggung (16,64 Km), seksi V SS Temanggung - SS Ambarawa (22,56 Km) dan seksi VI SS Ambarawa - Interchange (IC) Bawen (5,21 Km).
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno mengatakan pengadaan tanah proyek tol Jogja-Bawen dilakukan mulai dari Kapanewon Tempel, Seyegan dan terakhir Mlati. Untuk Kapanewon Tempel, meliputi Kalurahan Banyurejo, Tambakrejo, dan Sumberejo. Untuk Kapanewon Seyegan, meliputi Kalurahan Margokaton, Margodadi, dan Margomulyo dan untuk Kapanewon Mlati, hanya di Kalurahan Tirtoadi.
Krido mengungkapkan jumlah bidang di DIY yang terdampak pembangunan tol Jogja-Bawen seluruhnya sebanyak 915 bidang dengan luas area 49,6 ha.
"Untuk jumlah persentase kepemilikan tanah warga yang terdampak, terdiri atas 48,09% berupa sertifikat hak milik; 42,4% letter C 1,09% hak pakai 0,22% tanah wakaf dan 8,2% tanah desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap 6 dibuka hingga 14 Oktober. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan pelatihannya.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.