Advertisement

Pelaku Wisata Gaungkan Semangat Covid Jahat, Jogja Baik & Aman

Herlambang Jati Kusumo
Kamis, 21 Januari 2021 - 17:07 WIB
Arief Junianto
Pelaku Wisata Gaungkan Semangat Covid Jahat, Jogja Baik & Aman Deklarasi Covid Jahat, Jogja Baik, Jogja Aman, di Grand Palace Hotel, Rabu (20/1/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pelaku wisata di DIY yang menamakan diri Hello Jogja sepakat mendeklarasikan pariwisata aman. Deklarasi ber-tagline Covid Jahat, Jogja Baik, Jogja Aman tersebut dilakukan di Grand Palace Hotel, Rabu (20/1/2021).

Salah satu penggagas Hello Jogja, Wawan ARJ mengatakan ide deklarasi tersebut pada dasarnya berawal dari diskusi ringan bersama sejumlah pelaku wisata lain. “Deklarasi ini dilakukan agar semua serempak memasang di media sosial, wisatawan yakin percaya Jogja aman, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucap Wawan di sela-sela deklarasi, Rabu.

Wawan menceritakan pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada pelaku pariwisata. Sejak Maret 2020 hingga kini penurunan sangat dirasakan. Banyak wisatawan yang membatalkan kunjungan ke Jogja. Banyak pelaku wisata yang kehilangan pekerjaan, usaha-usaha gulung tikar.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Owner Shafannas Tour and Transports itu mengharapkan adanya Hello Jogja, dengan diskusi yang direncanakan akan berlangsung seminggu sekali, dapat memunculkan berbagai gagasan terkait sektor pariwisata.

“Untuk awal ini kami lebih sebagai upaya untuk meyakinkan wisatawan masuk ke Jogja lagi. Hello Jogja ini juga terbuka bagi semua pelaku pariwisata, tidak terbatas pada organisasi tertentu,” ucapnya.

Dia juga berharap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno untuk dapat mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata. Dengan begitu, pariwisata Jogja dapat kembali bangkit melalui program dari Kemenparekraf.

“Kami berharap Jogja salah satu provinsi yang diberi kemudahan akses. Seperti peraturan tes antigen itu sangat memberatkan. Ketika berhitung paket tur lumayan besar, misal 100 pax katakan Rp200.000 tes antigen, itu sudah luar biasa. Kalau kami yang berhitung dengan angka tersebut sudah bisa hotel, objek wisata dan makan. Saat ini banyak tamu yang cancel karena itu. Mungkin punya kebijakan khusus tapi tidak melanggar protokol,” ujarnya.

Salah satu penggagas Hello Jogja lainnya, Handoko mengatakan semangat tagline Covid Jahat, Jogja Baik, Jogja Aman, akan terus digaungkan.

“Kami akan terus berkomitmen untuk menggaungkan ini [Jogja aman]. Jogja aman untuk pariwisata. Tentu saa syaratnya adalah dengan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” ucap dia.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pendukung HAM di Rusia-Ukraina-Belarus Diganjar Nobel Perdamaian 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement