Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Cegah Sel Kanker
Berhenti merokok, menjaga berat badan, dan pola makan sehat dapat membantu menurunkan risiko pertumbuhan sel kanker.
Kepala Unit Pelayanan Tranfusi Darah (UPTD) RSUP Sardjito, dr. Teguh Triyono, menjelaskan penggunaan plasma darah untuk penyembuhan Covid-19, Jumat (5/6/2020).
Harianjogja.com, SLEMAN–RSUP Sardjito menjadi satu-satunya rujukan untuk kebutuhan plasma darah konvalesens mengingat sakit lainnya belum mampu menyediakan. Plasma darah konvalesen itu sangat berguna untuk mendorong kesembuhan pasien Covid – 19.
Plasma darah konvalesen merupakan salah satu komponen yang kini digunakan untuk membantu pasien Covid – 19 mencapai kesembuhan. Plasma darah ini diambil dari mantan pasien Covid – 19 yang sudah sembuh. Kemudian, itu ditransfusikan kepada pasien yang masih berjuang di ruang perawatan.
BACA JUGA : Jogja Butuh Lebih Banyak Pendonor Plasma Konvalesen
“Diharapkan di dalam plasma darah konvalesen terkandung antibodi yang dapat membantu penyembuhan orang yang sedang terkena Covid – 19,” kata Kepala Unit Pelayanan Transfusi Darah [UPTD] RS Dr. Sardjito, Teguh Triyono kepada Harian Jogja, Jumat (22/1/2021).
Ia mengatakan permintaan plasma darah konvalesen yang masuk oleh RS Dr. Sardjito cukup banyak. Selain melayani kebutuhan internal, RSUPSardjito juga turut memenuhi permintaan plasma darah konvalesen dari rumah sakit lain.
Guna memenuhi permintaan itu, RS Dr. Sardjito melakukan kerj asama lintas instansi dan sukarelawan untuk mencari calon pendonor. “Kami juga melakukan motivasi kepada pasien yang sembuh dan pulang agar bersedia menjadi pendonor,” katanya.
Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Humas RS Dr. Sarjito, Banu Hermawan menilai, sejauh ini tingkat patisipan dari calon pendonor plasma darah konvalesen cukup banyak. Namun demikian, menurutnya itu belum optimal. “Karena tidak semua berani donor, takut jarum,” katanya.
BACA JUGA : RSUP Sardjito Bakal Memulai Terapi Plasma Darah
Secara prinsip, donor plasma darah konvalesen hampir sama dengan donor darah pada umumnya. Perbedaannya adalah darah yang sudah diambil kemudian dimasukkan ke alat bernama apheresis untuk mendapatkan plasmanya.
Banu melanjutkan, ada beberapa syarat khusus untuk menjadi pendonor plasma darah konvalesen. Pertama, calon pendonor merupakan orang sudah dinyatakan positif Covid – 19 berdasarkan hasil tes usap. Kedua, calon pendonor sudah dinyatakan sembuh dari infeksi Covid – 19 dan sejak 14 hari setelahnya tidak mengalami gejala. Ketiga, calon pendonor diutamakan memiliki gejala berat atau sedang saat menjalani perawatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berhenti merokok, menjaga berat badan, dan pola makan sehat dapat membantu menurunkan risiko pertumbuhan sel kanker.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.