Pengunjung Mal Turun hingga 75% Selama PTKM

Suasana Malioboro yang ditutup untuk kendaraan bermotor setelah pukul 19.00 WIB pada masa PTKM, Sabtu (23/1/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
27 Januari 2021 08:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN - Selama Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) diberlakukan, pariwisata menjadi sektor paling terdampak. Strategi optimalisasi pariwisata selama PTKM pun dibutuhkan untuk lindungi para pelaku usaha pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko mengatakan berdasarkan laporan dari Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), terjadi pendapatan yang cukup masif selama diberlakukannya PTKM. "Mereka mengatakan bahwa turunnya itu sudah enggak main-main. Mereka puasa, tidak ada orang luar yang datang, angkanya begitu," jelas Wahyu Selasa (26/1/2021).

BACA JUGA : Ratusan Pelanggar PTKM di Jogja Terjaring Aparat, Sebagian Dapat Surat Peringatan

Wahyu juga menyebutkan adanya penurunan pengunjung di mal mencapai 60-75 persen atau tinggal tersisa 25-40 persen saja. "Karena pembatasan jam operasioanalnya juga dikurangi banyak, sementara pengunjung mall itu lebih banyak di malam hari sebenarnya. Tapi, mereka [mal] tetap melaksanakan poin yang tertuang dalam Instruksi Gubernur DIY atau Surat Edaran Wali Kota Jogja," terangnya.

"Satu-satunya yang bisa dilakukan bagi wisatawan yang masih melakukan kegiatannya di destinasi di Kota Jogja harus mengikuti PTKM. Misal yang bersangkutan akan melakukan dinner di satu tempat. Tapi, karena PTKM ya take away saja kemudian makan di hotel. Sehingga mengurangi kerumunan," ujar Wahyu.

BACA JUGA : Ini Pelanggaran PTKM yang Paling Banyak Ditemukan di Kota Jogja

Selain itu menurut Wahyu, waktu pagi sampai sore hari masih bisa dimanfaatkan untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata, tentunya dengan menerapkan prokes. "Manfaatkan waktu di siang hari, karena operasional dibatasi sampe pukul 19.00 WIB malam untuk yang kemarin dan pukul 20.00 WIB malam untuk yang sekarang," tuturnya.