Gejolak Merapi Meningkat, 2 Barak di Pakem Disiapkan untuk Pengungsi

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
27 Januari 2021 19:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyiapkan dua barak pengungsian bagi warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Tindakan itu dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanis Gunung Merapi pada Rabu (27/1/2021).

Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan pihaknya menyiapkan barak Purwobinangun, Pakem, Sleman, dan barak Pandanpuro, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Dua barak disiapkan bagi 150 warga Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman untuk sementara waktu mengungsi.

"Kapasitas barak hanya 100 orang, lainnya ada lagi di barak Pandanpuro, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Yang jelas saya siapakan dua barak, ini Purwobinangun dan Barak Pandanpuro," ujar Joko Supriyanto saat diwawancarai di barak pengungsian Purwobinangun, Pakem, Sleman, Rabu (27/1/2021).

BACA JUGA: Merapi Bergejolak, Muntahkan 36 Awan Panas dalam 14 Jam

Pantauan Harianjogja.com pada Rabu (27/1/2021), pengungsi sampai ke barak pengungsian Purwobinangun pada sekitar pukul 17.12 WIB sore. Pengungsi dibawa menggunakan kendaraan truk milik Basarnas, BPBD Kabupaten Sleman, Satpol-PP Kabupaten Sleman, Polisi, dan kendaraan pribadi milik pengungsi.

Lebih lanjut, berdasarkan catatan dari BPBD Kabupaten Sleman warga Turgo sendiri sebanyak 500 orang. Namun, tidak semua warga Turgo diungsikan. Pasalnya, tidak semua wilayah Turgo berpotensi terkena ancaman Gunung Merapi. Khususnya, permukiman yang berada di dekat Kali Boyong.

"Seluruh Dusun Turgo ada 500 orang, tapi kan tidak semua yang terkena potensi bahaya. Terutama yang RT 3 dam RT 4 dan sebagain RT lainnya yang ingin mengungsi juga boleh. Total untuk warga RT 3 dan RT 4 ada sekitar 150 orang. Pengungsi tidak hanya dari kelompok rentan. Kemungkinan akan ditambah RT 2 dan RT 1," terangnya.

Sebelumnya BPPTKG sempat menghubungi Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto untuk memberitahu soal adanya peningkatan aktivitas vulkanis Gunung Merapi.

"Jadi gini, karena ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi. BPPTKG menyebutkan ada potensi aktivitas vulkanik lebih besar Gunung Merapi. Maka, kami mengambil langkah pengungsi dibawa ke sini [barak Purwobinangun] karena di sana [SD Sanjaya Tritis] tempatnya kecil dan belum memenuhi protokol kesehatan," terangnya.

Soal logistik, BPBD Kabupaten Sleman sudah menyiapkan logistik bagi pengungsi yang saat ini berada di barak pengungsian Purwobinangun, Pakem, Sleman. Dapur umum milik Tagana Kabupaten Sleman juga sudah disiapkan di barak pengungsian. "Logistik sudah kita siapkan. Sudah ready. Kami memang sudah siapkan logistiknya untuk pengungsi," terangnya.