Saat Pandemi, BPJamsostek Bayar Klaim Hingga Rp382,6 Miliar

Kepala Dinas Koperasi-UKM Sleman dan Kepala KC BPJamsostek Sleman Sofie Nur Hidayati menyerahkan klaim santunan kepada peserta, Rabu (27/1 - 2021).
28 Januari 2021 15:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sepanjang tahun 2020 BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Yogyakarta bayarkan klaim hingga Rp382,6 Miliar. Meskipun masa pandemi Covid-19, BPJamsostek tetap melayani pembayaran klaim yang diajukan peserta.

Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Cabang Yogyakarta, Asri Basir menyampaikan selama tahun 2020 ada 42.666 klaim yang diproses pembayarannya oleh BPJamsostek di seluruh DIY. Total klaim yang dibayar mencapai Rp382,6 miliar. Bahkan, katanya, hingga 25 Januari 2021 pihaknya sudah membayar sekitar Rp23,1 Miliar klaim yang diajukan 2.323 peserta.

Rincian untuk klaim sepanjang Januari 2021 ini terdiri dari 1.813 Klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dengan nominal sejumlah Rp 20,9 Miliar. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 61 Klaim dengan nominal sejumlah Rp 310 Juta. Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 416 Klaim dengan nominal sejumlah Rp 486 Juta. dan Klaim Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 33 Klaim dengan nominal sejumlah Rp 1,3 Miliar.

"Kami melayani peserta sampai saat ini meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan dengan layanan tanpa kontak fisik atau lapak asyik itu," katanya.

Baca juga: YIA dan Adi Soemarmo Siap Hadapi Erupsi Gunung Merapi

Asri menambahkan rincian klaim selama 2020, meliputi 33.449 Klaim JHT dengan nominal sejumlah Rp 342,2 Miliar, kemudian 3.100 Klaim JKK berupa santunan dan biaya perawatan dengan nominal sejumlah Rp17,4 Miliar. Selanjutnya, ada 5.701 Klaim JP dengan nominal sejumlah Rp7 Miliar dan 416 Klaim JKM berupa santunan yang telah diterima ahli waris dengan nominal sejumlah Rp16 Miliar.

Asri mengatakan, rata-rata sehari klaim yang dibayar antara Rp1,2 miliar hingga Rp1,3 miliar. Tidak ada pembayaran klaim yang diajukan peserta kecuali jika kelengkapan berkasnya kurang. "Petugas tetap membantu peserta untuk melengkapi kekurangannya. Jadi kondisi BPJamsostek saat ini baik, berapapun yang diajukan klaim siap dibayar," katanya.

Asri juga menepis isu yang beredar jika BPJamsostek merugi triliunan rupiah. Sebab lembaga ini merupakan tidak bisa disamakan dengan perusahaan lain. "Kami didukung bahkan oleh pemerintah daerah yang sudah bekerjasama dengan BPJamsostek untuk melindungi seluruh pekerja di DIY," ujar Asri.

Dia berharap santunan yang telah diterima oleh para peserta maupun ahli waris dapat bermanfaat, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 yang belum juga usai yang berdampak banyaknya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada para peserta BPJamsostek. "Kami menghimbau kepada peserta yang memenuhi syarat dan bermaksud mengajukan klaim untuk dapat mengajukan klaim secara daring melalui lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id guna menghindari kerumunan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19," katanya.

Kepala KC BPJamsostek Sleman Sofie Nur Hidayati mengatakan pada Januari ini pihaknya menyerahkan sejumlah santunan kepada peserta BPJamsostek. Masing-masing santunan JKK dan JHT bagi ahli waris keluarga Ana Pujiastuti sebesar Rp48,5 juta, santunan JKK dan JHT bagi ahli waris keluarga Riawan Budi Hartono sebesar Rp46,2 juta, dan JHT bagi ahli waris keluarga Agung Setiadha sebesar Rp27,3 juta.

Baca juga: Ini Pesan Sultan untuk Guru di Jogja

"Selain itu, JHT untuk Edi Haryanta Rp19,7 juta, JHT untuk Issac Rizal sebesar Rp17 juta dan JHT untuk Andi Hartoyo Rp16,4 juta. Iuran yang dibayarkan selama menjadi peserta akan menjadi tabungan hari tua, yang dikembalikan kepada peserta berikut pengembangannya tanpa potongan apapun," ujarnya.