Parah! Pantai Trisik Kulonprogo Kini Jadi Ladang Sampah

Seorang warga tengah memungut sampah di Kawasan Pantai Trisik, Kapanewon Galur, Kulonprogo, Senin (1/2/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
01 Februari 2021 14:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONOPROGO—Kondisi Pantai Trisik di Kapanewon Galur, Kabupaten Kulonprogo, sungguh memperihatinkan. Pasalnya di sepanjang pantai itu kini berserakan sampah sehingga mengganggu pemandangan.

Senin (1/2/2021) pagi, sampah-sampah berupa plastik, kayu dan bambu bertebaran di kawasan tersebut. Kondisi ini membuat pantai yang juga menjadi tempat konservasi penyu itu terlihat kumuh.

BACA JUGA: Terendam Banjir, Disdikpora Belum Berencana Merelokasi SMP N 1 Girisubo

Salah satu warga, Sangudi, mengungkapkan kemunculan sampah itu diketahui warga sejak pertengahan Januari 2021. Menurutnya sampah itu merupakan kiriman dari Sungai Progo yang sempat meluap imbas musim penghujan.

"Karena banjir, sampah dari Sungai Progo numpuk di Trisik. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar setengah bulan kemarin," ungkap Sangudi saat ditemui di Pantai Trisik, Senin pagi.

Sangudi mengatakan munculnya sampah ini mengganggu warga. Sebab kawasan Pantai Trisik yang notabene adalah destinasi wisata jadi tidak nyaman untuk dikunjungi. "Pemandangannya jadi terganggu," ucapnya.

Hal senada disampaikan salah satu pengunjung Pantai Trisik, Ravian Rasyid Mustofa. Ia mengaku kecewa dengan kondisi pantai saat ini yang dipenuhi sampah. "Yang pasti sangat terganggu ya, niatnya ke sini kan main tapi malah banyak sampah, jadinya gak nyaman," ujar Ravian.

BACA JUGA: Foto di Borobudur tapi Nyebut Jogja, Anya Geraldine Di-bully Warganet

Ravian pun berharap pihak-pihak terkait bisa segera turun tangan untuk membersihkan sampah di pantai tersebut.

Di sisi lain tumpukan sampah di Pantai Trisik justru menjadi ladang uang bagi sejumlah pihak, salah satunya Tukinem. Perempuan asal Kalurahan Kranggan, Galur, itu memungut sampah-sampah di Trisik untuk dijual ke pengepul. Setiap satu karung sampah dihargai sekitar Rp18.000.

"Kalau pas banyak sampah ini biasanya saya ambil buat dijual, harganya lumayan untuk sampah kayu bisa Rp18.000 per karung," ujar Tukinem.

Menurut Tukinem, kemunculan sampah di pantai yang terletak paling timur di Kulonprogo itu bukan kali pertama terjadi. Hanya saja untuk kali ini jumlahnya tergolong cukup banyak. Walhasil dalam sehari Tukinem bisa membawa pulang sedikitnya 7 karung sampah dari pantai tersebut. "Wah kalau pas gini bisa sampai tujuh karung," ungkapnya.