Advertisement

Mahasiswi di Sleman Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Indekos

Hafit Yudi Suprobo
Jum'at, 05 Februari 2021 - 18:37 WIB
Bhekti Suryani
Mahasiswi di Sleman Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Indekos Ilustrasi Bunuh Diri

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Seorang mahasiswi asal Bengkulu ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Padukuhan Gandok Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Korban diduga bunuh diri.

Kapolsek Depok Timur Komisaris Polisi (Kompol) Suhadi mengatakan korban yang ditemukan di kamar indekosnya bernama YE, 26, warga Bengkulu.

Advertisement

BACA JUGA: Update Covid-19 DIY: 280 Positif, 165 Sembuh, 2 Meninggal Dunia

"Korban ditemukan meninggal dunia pada Rabu (3/2/2021) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diduga bunuh diri," ujar Suhadi pada Kamis, (5/2/2021).

Awal penemuan korban dari salah satu penghuni indekos bernama Budi Setiawan yang hendak membuang sampah. Saat berjalan ke tempat sampah, ia mencium bau tidak sedap.

Saksi yang penasaran terhadap bau tidak sedap tersebut kemudian mencoba untuk naik ke atas. Sesampainya di sumber bau, lanjut Suhadi, kemudian saksi melihat darah yang keluar dari pintu korban. Seketika, saksi kemudian melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Depok Timur.

"Kami bersama Inafis Polres Sleman langsung mendatangi lokasi kejadian mendapati adanya laporan," sambung Suhadi.

Bersama dengan polisi, penghuni indekos yang curiga terhadap bau tidak sedap yang berasal dari kamar korban akhirnya mendapatkan pemandangan yang tidak lazim. Korban Yusi ditemukan sudah tidak bernyawa. Yusi yang ditemukan sudah meninggal dunia akhirnya menggegerkan penghuni indekos lainnya.

"Korban ditemukan menggunakan ikat pinggang kemudian diikatkan ke jendela kamarnya. Saat ditemukan, korban menggunakan kaos warna hitam dan celana pendek jeans," ungkap Suhadi.

Berdasarkan catatan dari polisi, korban sudah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan. Sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Terlebih, polisi juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan.

"Kesimpulan sementara, korban meninggal diduga karena gantung diri. Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Suhadi.


Catatan Redaksi:

Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sapi Kurban Presiden Jokowi dari Bone Bernama Turbo, Milik Anggota TNI

News
| Sabtu, 15 Juni 2024, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Makan Murah di Jogja: Berburu Street Food di Kotabaru

Wisata
| Minggu, 09 Juni 2024, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement