Prediksi Malut United vs Persita: Laskar Kie Raha Diunggulkan Menang
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Kegiatan sosialisasi dan penegakan hukum dalam rangka Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat yang digelar Sabtu (6/2/2021) di wilayah Kapanewon Mlati. /Ist-dok
Harianjogja.com, SLEMAN- Tim Patroli Sleman masih menemukan ada pelanggaran Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Sembilan titik pelanggar pun diberi peringatan agar mematuhi protokol kesehatan dan jam operasional selama PTKM.
Plt Kepala Satpol PP Sleman Susmiarto mengatakan tim patroli baik Satpol PP, TNI/Polri, Linmas dan lainnya menyasar Kapanewon Mlati pada Sabtu (6/2/2021) malam. Sasaran meliputi Jalan Jombor, Jalan Magelang, dan wilayah Pogung Baru. Selama operasi berlangsung, tim masih menemukan adanya pelanggaran PTKM dan Prokes. "Ya ada beberapa temuan (pelanggaran). Pelanggar diberi teguran lisan dan dibubarkan secara langsung," ujar Susmiarto, Minggu (7/2/2021).
Dia menjelaskan kegiatan sosialisasi dan penegakan hukum PTKM yang menyasar warung makan dan lesehan menemukan setidaknya sembilan pelanggaran. Warung Sate Klatak Jalan Magelang Jombor Lor misalnya, masih melayani pelanggan makan di tempat melebihi pukul 20.00 WIB. Pemilik warung juga dinilai belum menerapkan protokol kesehatan sesuai Instruksi Bupati No.3/2021 dan No.37.1/2020 karena tidak menyediakan tempat cuci tangan.
Baca juga: Kuota Belum Jelas, Keberangkatan Jemaah Haji di Bantul Terancam Ditunda
"Sesuai Instruksi Bupati No. 03/INSTR/2021 tentang Kebijakan PTKM pengelola kami beri teguran lisan dan dibubarkan secara langsung," katanya.
Pelanggaran yang sama juga ditemukan di Warung Bakmi Jombor, Bebek Goreng Simpatik, Mie Ayam Busur 4, Gudeg YuYah dan Bakmi Jawa Giyanto di Jalan Magelang. Selain melanggar jam operasioanal makan di tempat, kelima warung ini juga belum menerapkan protokol kesehatan.
Dibandingkan restoran dan kafe, pelanggaran PTKM banyak terjadi di warung makan dan lesehan. Begitu juga dengan kelengkapan sarana dan prasarana protokol kesehatan. "Kami akan terus lakukan edukasi dan sosialisasi terkait PTKM dan prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19," katanya.
Baca juga: Kunci Sukses India Turunkan Kasus Covid-19 Secara Drastis. Patut Dicontoh!
Terpisah, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengingatkan agar warga tetap mematuhi penerapan prokes selama pandemi Covid-19. Apalagi saat ini diterapkan PTKM. Semua pihak diharapkan untuk saling mengingatkan penerapan prokes Cita Mas Jajar (cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak).
"Terkait rencana perpanjangan PTKM masih akan kami bahas besok (hari ini). Pemkab akan terus mengingatkan penerapan Cita Mas Jajar ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.