Jateng di Rumah Saja Berimbas ke Jogja, Begini Kata Pelaku Wisata

Wisata jeep di sekitar Gunung Merapi sudah mulai beroperasi, di Kali Kuning, Desa Umbulharjo, Cangkringan pada (12/5/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
08 Februari 2021 06:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Kebijakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo agar warga Jawa Tengah di rumah saja selama Sabtu-Minggu berdampak positif bagi pariwisata di Sleman. Meski tidak signifikan, kebijakan tersebut menyebabkan kunjungan wisatawan mengalami peningkatan.

Hal tersebut diutarakan Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Daldiri. Menurutnya, kunjungan wisatawan ke wilayah Kaliurang mulai meningkat pada akhir pekan ini. Meskipun jumlah kunjungannya tidak senormal sebelumnya. "Setelah erupsi 27 Januari lalu, hampir tidak ada wisatawan yang datang. Akhir pekan ini ya lumayan yang datang," katanya, Minggu (7/2/2021).

Dia mengatakan, pada akhir pekan ini puluhan jeep mulai terlihat keluar membawa penumpang. Jumlahnya, kata Daldiri, ada sekitar 40 unit. Jumlah unit yang keluar melayani wisatawan (meskipun sedikit), sangat membantu pelaku usaha. Selain melayani rute lava tour yang direkomendasikan, kata Daldiri, wisatawan juga dilayani sesuai protokol kesehatan.

"Ya banyak wisatawan yang dari wilayah Jawa Tengah. Mungkin jenuh di suruh di rumah, terus jalan-jalan. Ada juga yang penasaran dengan erupsi Merapi dan ingin menyaksikan lava pijar," katanya.

Diakui Daldiri, dibandingkan Covid-19 status Siaga bencana erupsi Merapi menjadi salah satu alasan wisatawan enggan pergi ke lereng Merapi. Dia menyontohkan paska erupsi 27 Januari, nyaris tidak ada wisatawan yang berkunjung meskipun wilayah Kaliurang masih berada di jarak aman. "Mungkin masalah keselamatan. Kalau untuk pandemi, seluruh armada menerapkan protokol kesehatan," katanya.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Dekati 1,2 Juta, Indef Sarankan Pemerintah Pertimbangkan Lockdown

Hal senada disampaikan Ketua Pengelola Wisata Tebing Breksi Khaliq Widiyanto. Dijelaskan Khaliq, meskipun tidak ada lonjakan kunjungan terkait kebijakan Gubernur Jawa Tengah tersebut, namun jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut masih normal.

"Selama Sabtu (6/2/2021) jumlah wisatawan sebanyak 645 pengunjung dan Minggu (7/2/2021) sore jumlah wisatawan tercatat 555 pengunjung. Ada sekitar 15 persen di antaranya dari Jawa Tengah," kata Khaliq.

Berita viral terkait kotak sukarela lokasi foto di Breksi juga tidak memengaruhi minat wisatawan ke Breksi. Sebab kenaikan tiket masuk sudah diberlakukan sejak 1 Desember 2020. Sementara tarif parkir masih seperti dulu. "Kenpa tiket dinaikan? Itu karena dimasa pandemi seperti saat ini pengeluaran naik 100% dari menyiapkan wastafel, sabun, hand sanitaiser dan masih banyak lagi," katanya.