Belum Dipakai, Besi Gedung Baru Kantor Bupati Sleman Sudah Berkarat

Bupati Sleman Sri Purnomo saat meninjau Gedung Baru Bupati dan Sekda Sleman, Senin (8/2 - 2021)./Ist
08 Februari 2021 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Bupati Sleman Sri Purnomo menyoroti kualitas bangunanan gedung Sekda yang baru. Sri menemukan sejumlah hal yang masih perlu diperbaiki. Seperti kaca yang kurang siku dan kondisi besi yang mulai berkarat.

Menurutnya, Sri gedung ini rencananya akan difungsikan sebagai kantor Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda, Asekda dan Staf Ahli Kabupaten Sleman mulai tahun ini. "Secara makro sudah selesai, namun secara mikro masih ada yang harus dibenahi seperti kaca yang kurang siku dan beberapa besi yang sedikit berkarat untuk dicat lagi. Jadi nanti Ketika akan dipakai kondisinya sudah bagus dan siap 100 persen," ujarnya usai meninjau lokasi, Senin (8/2/2021).

Dalam peninjauan tersebut, bupati bersama jajarannya menelusuri tiap lantai bangunan untuk meninjau setiap ruang dan fasilitas yang ada. Hal ini dilakukan guna mengecek kesiapan gedung sebelum digunakan. Sri berharap gedung baru tersebut dapat digunakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan pada masyarakat. "Bupati dan Wakil Bupati terpilih nanti dengan semangat baru, mudah-mudahan bisa berkarya lebih mantap lagi,” katanya.

BACA JUGA: Update Covid-19 DIY: 206 Positif, 255 Sembuh, 13 Meninggal Dunia

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Taufiq Wahyudi menjelaskan gedung tersebut memiliki luas lebih kurang 4.100 meter persegi yang dibangun di atas tanah seluas 4.300 meter persegi. "Pembangunan gedung ini melalui dua tahap. Tahap pertama menghabiskan biaya sebesar Rp15 Miliar dan tahap kedua sebesar Rp 28,6 Miliar,” jelasnya.

Taufiq juga menjelaskan bahwa Gedung ini terbagi menjadi Gedung A, B dan C. Gedung B merupakan atrium menunjukkan kekhasan Kabupaten Sleman dengan motif kaca Gedung dan ornament Parijotho sebagai motif batik khas Sleman. "Kekurangan gedung dapat diperbaiki dengan mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama," katanya.