Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembuangan Bayi di Pasar Sleman
Polresta Sleman mengamankan terduga pelaku pembuangan bayi di kawasan Pasar Sleman. Polisi masih merahasiakan detail perkara.
Direktur Utama RS Panti Rapih, Triputro Nugroho (tengah) menerima vaksinasi nakes bagi lansia didampingi langsung oleh Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (kiri) pada Selasa (9/2/2021) di RS Panti Rapih. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA - Tenaga kesehatan lansia Kota Jogja mulai mendapatkan vaksinasi Sinovac pasca diterbitkannya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). RS Panti Rapih menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah memberikan vaksinasi bagi tenaga kesehatan lansia.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menyambangi langsung proses vaksinasi pada nakes lansia di RS Panti Rapih. Februari vaksinasi masih menyasar tenaga kesehatan, tetapi apabila sebelumnya terdapat kriteria umur 18-59 tahun, kini bagi nakes di atas usia 60 tahun bisa divaksinasi.
"Maret itu baru mereka yang di atas 60 tahun, lansia untuk umum dan pelayan publik," jelasnya pada Selasa (9/2/2021) di RS Panti Rapih.
Total nakes lansia di RS Panti Rapih mencapai 63 orang. Heroe menjelaskan jika dari jumlah tersebut sebanyak 15 orang nakes lansia divaksin setiap harinya. Sementara itu mulai hari ini pula sebanyak tujuh nakes lansia di RS Wirosaban juga jalani vaksinasi.
Perbedaan vaksinasi lansia dan non-lansia terletak pada masa injeksi kedua setelah injeksi pertama. "Perbedaan pada injeksi kedua itu kalau yang umum 14 hari kalau usia lanjut vaksinasi keduanya 28 hari," jelasnya.
Heroe menyebutkan jika proses vaksinasi di Kota Jogja terhitung cepat. Dari target vaksinasi nakes yang diproyeksikan selesai April, namun Heroe optimis vaksinasi nakes bakal rampung di Februari akhir. "Kita coba percepat dengan penambahan faskes dan vaksinatornya kita tambah, termasuk vaksinnya juga tersedia. Insyaallah Februari bisa selesai semua untuk nakes, di samping nakes lansia yang harus nunggu 28 hari," tandasnya.
Direktur Utama RS Panti Rapih, Triputro Nugroho menuturkan bahwa pihaknya baru pertama kali divaksin. Usianya yang menginjak 63 tahun baru bisa mengikuti vaksin setelah dikeluarkannya izin dari BPOM. "Saya nakes di sini, saya mencoba daftar [sebelumnya], tapi ditolak dari sistem. Kemudian setelah ada kesempatan ini di RS Panti Rapih ada 63 orang dokter di atas 60 tahun [divaksin]," terangnya.
Sebagai lansia, Triputro tidak merasakan rasa apapun setelah menjalani vaksinasi. "Enggak ada apa-apa, enggak ada rasa sakit atau apa. Dibilang ngantuk saya juga enggak ngantuk. Ini yang pertama, nanti 28 hari lagi [injeksi kedua]," tuturnya.
"Nakes kan paling depan, teman-teman ini langsung menghadapi pasien dan lain sebagainya. Kita harapkan mereka selain menggunakam protokol kesehatan, APD dan lain sebagainya harus di internal diberikan imunisasi supaya lebih tahan. Kita harap tidak ada lagi tenaga kesehatan yang harus terinveksi," ungkap Triputro.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi menyebutkan sebanyak kurang lebih 245 tenaga kesehatan lansia di Kota Jogja direncanakan menerima vaksinaai susulan. "Sementara itu dulu karena menyesuaikan jumlah vaksin yang diterima Dinkes Kota Jogja," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman mengamankan terduga pelaku pembuangan bayi di kawasan Pasar Sleman. Polisi masih merahasiakan detail perkara.
Vietnam mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand dan menang agregat 4-2 di final.
APBD Perubahan Kulonprogo 2026 mengalokasikan Rp8 miliar untuk Bank BPD DIY dan Bank Kulonprogo, tetapi dasar hukumnya disorot DPRD.
Bhutan dinobatkan sebagai negara paling tenang di dunia versi Noise-Free Nations Index 2026 dengan skor 89,44. Simak 10 negara paling tenang dan alasannya
Desta resmi keluar dari Vindes Corp setelah 5 tahun. Presenter itu minta publik tak berspekulasi. Hubungan dengan keluarga VINDES tetap baik
APBD Perubahan Bantul 2026 menaikkan pendapatan Rp28 miliar dan belanja Rp50 miliar, membuat defisit bertambah menjadi Rp154 miliar.