Hujan Disertai Petir Diperkirakan Melanda DIY Selama Sepekan, Ini Penjelasan BMKG

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
10 Februari 2021 10:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) DIY memprakirakan puncak musim hujan tahun 2021 di wilayah DIY dimulai pada akhir bulan Januari hingga pertengahan bulan Februari tahun 2021.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengatakan berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan oleh masyarakat.

"Berdasarkan analisis BMKG Staklim DIY menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Kabupaten/Kota Wilayah DIY," ujar Reni pada Rabu (10/2/2021).

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Masih Bayangi DIY

Hal tersebut, lanjut Reni, disebabkan oleh munculnya pusat tekanan rendah di Australia bagian utara dan munculnya sirkulasi siklonik di barat Sumatera Utara dan timur Kalimantan.

"Keadaan ini membentuk daerah perlambatan atau pertemuan kecepatan angin [konvergensi] yang memanjang di perairan selatan Jawa termasuk perairan selatan Jogja sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY," ungkap Reni.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Stasiun Klimatologi DIY memprakirakan dalam periode tujuh hari ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah berikut.

BACA JUGA : Prakiraan Cuaca DIY Jumat 4 Desember, Waspada Cuaca

Di antaranya di kabupaten Sleman meliputi kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Kalasan, Berbah, Prambanan, Moyudan.

Sedangkan, di kabupaten Gunungkidul meliputi kecamatan Gedangsari, Patuk, Ponjong, Karangmojo, Wonosari, Playen, Patuk, Panggang, Purwosari, Paliyan, Saptosari, Tanjungsari, Tepus, Semanu, Rongkop, Girisubo.

"Di Bantul sendiri meliputi kecamatan Srandakan, Sanden, Kretek, Banguntapan, Piyungan, Pleret, Dlingo, Imogiri, Jetis, Pundong, Bantul, Bambanglipuro, Pandak, Pajangan," sambung Reni.

Di Kulonprogo meliputi kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Kokap, Galur, Lendah, Pengasih, Samigaluh, Nanggulan, Sentolo, Kalibawang. "Terakhir, di kota Jogja meliputi kecamatan Umbulharjo, Kotagede, Mergangsan, Pakualaman, Gondokusuman, Danurejan, Gondomanan, Kraton, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Mantrijeron, Tegalrejo, Jetis," terang Reni.

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Diprediksi Melanda Jogja Selatan 

BMKG Stasiun Klimatologi Sleman mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berdampak kepada terjadinya bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, banjir lahar dingin, banjir bandang dan bencana hidrometeorologi lainnya di wilayah DIY.