13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Cuaca ekstrem diprediksi melanda DIY pada musim hujan saat ini.
Hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di wilayah selatan DIY. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta minta masyarakat untuk lebih waspada.
Hujan lebat disertai angin kencang ini berpotensi terjadi di tiga kecamatan di selatan Kulonprogo, yakni di Kecamatan Galur, Lendah dan Panjatan. Sedangkan di Bantul berpotensi terjadi di Srandakan, Kretek, Pundong dan Bambanglipuro.
BACA JUGA: 3 Cabup Sleman Beradu Debat, Begini Gagasan Mereka
Sementara di Kabupaten Gunungkidul, bakal terjadi di Kecamatan Purwosari, Panggang dan Paliyan. Kondisi ini bisa meluas di Kecamatan Playen, Wonosari, Patuk dan Patuk. Sedangkan di Bantul berpotensi meluas di wilayah Imogiri, Jetis dan Pandak.
“Hujan sedang sampai lebat ini bisa terjadi pada pukul 15.45 sampai dengan 18.15 WIB,” kata Kepala Satuan Klimatologi BMKG DIY, Reny Kraningtyas dalam siaran persnya Jumat (30/10/2020).
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini, agar masyarakat bisa mewaspadai. Fenomena La Nina, berpengaruh terhadap cuaca yang menyebabkan hujan deras, angin dan berpotensi menyebabkan gelombang besar.
"Kami akan terus update prakiraan cuaca di DIY," katanya.
Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kulonprogo Ariyadi mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk waspada akan ancaman fenomena La Nina. Di Kulonprogo setidaknya sudah ada empat titik longsoran yang terjadi pada akhir bulan ini.
“Masyarakat sudah kami minta waspada akan acaman banjir, angin kencang dan ancaman longsor,” katanya.
Artikel ini telah tayang di iNews.id berjudul "Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Petir Ancam Wilayah Selatan DIY"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.