Job Fair Gunungkidul Buka 5.000 Lowongan 32 Perusahaan, Cek di Sini
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Sosial Gunungkidul terus memverifikasi data penerima bantuan. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan bisa tepat sasaran.
Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul mengatakan, ada sekitar 137.000 warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data ini merupakan keluarga penerima manfaat untuk program bantuan yang digulirkan pemerintah.
BACA JUGA: Nenek Jompo Dibuang di Tepi Jalan di Bantul
Menurut dia, sejak Desember lalu, pihaknya berkerjasama dengan pemerintah kalurahan melakukan verifikasi data penerima bantuan. Meski demikian, belum semua data terverifikasi karena capaian baru sekitar 20.000 kepala keluarga. “Masih proses dan data hasil verifikasi belum final,” katanya kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).
Menurut dia, verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan bisa tepat sasaran. Apabila ada data yang kurang tepat maka ada proses perbaikan, namun butuh waktu karena harus diajukan ke Pemerintah Pusat. “Proses verifikasi terus dilakukan karena ada harapan tidak ada masalah dalam proses penyaluran bantuan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Nanik Deyang mundur dari Kepala BGN karena alasan kesehatan, namun menegaskan tetap mengawal Program Makan Bergizi Gratis.
Harga pangan nasional 22 Juli 2026 bergerak variatif. Bawang dan sebagian cabai turun, sementara beras medium, telur, dan minyak curah naik.
Sistem buka tutup dan contraflow kembali berlaku di Simpang Tiga Piyungan hingga akhir Juli 2026 seiring proyek rigid beton dilanjutkan.
Kemenperin menilai lonjakan impor truk berpotensi menekan industri otomotif, investasi, utilisasi pabrik, dan penyerapan tenaga kerja
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.