Kejari Gunungkidul Berkomitmen Ciptakan Birokrasi Bersih

Ilustrasi Korupsi
11 Februari 2021 10:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Kejaksaan Negeri Gunungkidul berkomitmen untuk menciptakan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).  Komitmen ini sebagai tindaklanjut predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi yang diraih di 2020.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Koswara mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan yang bersih serta bebas dari praktik korupsi kolusi dan nepotisme. Menurut dia, tahun lalu, kejaksaan sudah mendapatkan predikat zona integritas wilayah bebas korupsi.

BACA JUGA : Kejari Gunungkidul Fokus Tangani 3 Kasus Besar

“Tindak lanjut dari predikat itu, kami ingin meraih zona integritas WBBM,” kata Koswara kepada wartawan, Rabu (10/1/2021).

Ia menjelaskan untuk mewujudkan WBBM ada beberapa tahapan yang dilakukan. Pertama-tama dilakukan penandatangan pakta integritas di seluruh pegawai di jajaran pegawai Gunungkidul. “Hari ini [kemarin] kami gelar acara apel dan penandangatanan. Untuk simbolisasi juga telah melepaskan merpati sebagai penanda guna mencapai target tersebut,” ungkapnya.

Menurut Koswara, pencanangan ini sangat penting dan strategis . Pasalnya, sebagai niatan dan tekad untuk menghadirkan lembaga kejaksaan sebagai birokrasi yang bersih dalam melayani. “Ini juga berkorelasi positif bagi hadirnya penegak hukum yang berkualitas dan memulihkan kepercayaan publik,” katanya.

BACA JUGA : Kejari Gunungkidul Bidik Dugaan Korupsi Pengadaan Benih

Tindaklanjut dari penandatangan pakta integritas akan dilakukan peningkatan kinerja, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, juga melakukan inovasi untuk mempermudah pelayanan agar indek kepuasan terhadap pelayanan di Kejari Gunungkidul bisa terus ditingkatkan. “Raihan prestasi di tahun lalu sebagai salah satu satuan kerja yang mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi akan terus kami tingkatkan,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Seksi Intel, Kejari Gunungkidul, Indra Saragih. Menurut dia, ada beberapa inovasi yang dilakukan guna meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Salah satu layanan yang dikembangkan adalah Aplikasi Besuk Tahanan Online (Sibentol). Layanan ini, kata Indra, sebagai solusi agar masyarakat bisa berkomunkasi dengan tahanan secara online, khususnya saat masa pandemi yang terjadi sekarang. “Jadi warga tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga yang sedang menjalani penahanan,” katanya.

BACA JUGA : Korupsi Dewan Gunungkidul, Tujuh Orang Dijebloskan

Selain itu, Kejari Gunungkidul juga telah mengembangkan layanan Aplikasi Antar Barang Bukti Gunungkidul (Abdul). Diharapkan dengan berbagai layanan tersebut maka kinerja yang dimiliki dapat ditingkatkan.