Sapi 1 Ton Asal Gunungkidul Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mulai mendata warga yang menjadi sasaran vaksinasi corona tahap kedua.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, hingga saat ini proses vaksinasi untuk tenaga medis masih terus berlangsung. Meski belum selesai, tim dari dinas sudah mulai mempersiapkan sasaran penerima vaksin di tahap kedua.
BACA JUGA: Hadapi Wabah, Sultan HB X Minta Warga DIY Tiru Sikap Nelayan & Petani
“Sasaran tahap kedua diberikan kepada pelayan publik,” kata Dewi kepada wartawan, Selasa (16/2).
Ia menjelaskan layanan publik tidak hanya untuk pengawai di lingkup pemkab, tetapi juga menyasar para guru, pekerja layanan publik di sektor formal dan informal. Selain itu, pedagang pasar hingga pelaku usaha di sektor wisata dan perhotelan juga masuk prioritas untuk vaksinasi tahap kedua ini.
Meski demikian, Dewi belum bisa memastikan berapa jumlah yang akan mendapatkan vaksin. Ia berdalih, proses pendataan masih berlangsung sehingga belum bisa menyebutkan angka calon penerima vaksin.
Menurut dia, tim dari dinas kesehatan tidak bekerja sendiri karena juga melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemkab. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pendataan sehingga bisa tepat sasaran.
“OPD yang mengampu ikut dilibatkan. Misalnya, untuk pendataan guru kami serahkan ke disdikpora, sedangkan sasaran pedagang di pasar diserahkan ke dinas perindustrian dan perdaganagan,” kata Juru Bicara Satgas Penanggulanan Covid-19 ini.
BACA JUGA: Baru 7 Kalurahan di Sleman yang Miliki Selter Covid-19
Data sasaran penerima vaksin kedua akan diserahkan ke Pemerintah Pusat. Jumlah tersebut nantinya juga menjadi dasar dalam pendistribusian dosis vaksin di Bumi Handayani. “Untuk pelaksanaan kami ikuti instruksi dari pemerintah pusat. Yang jelas, vaksinasi tahap kedua menyasar ke sektor pelayanan publik,” katanya.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah mendapatkan dua kali pendistribusian vaksin corona jenis Sinovax. Untuk pengiriman pertama, mendapatkan jatah 5.544 dosisi dari Dinas Kesehatan DIY. Adapun yang kedua sebanyak 616 dosis guna melengkapi sasaran vaksinasi di tahap pertama.
Menurut dia, untuk penyimpanan tidak ada masalah karena sudah memiliki tempat penyimpanan khusus vaksin. “Tidak ada masalah karena kami memiliki coldroom untuk penyimpanan dan sudah terbiasa menyimpan vaksin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.