Antisipasi Gelombang Tsunami, Dinsos DIY & Tagana Tanam Mangrove di Pesisir Kulonprogo

Jajaran Dinsos DIY saat penanaman bibit mangrove di pesisir pantai di wilayah Padukuhan Sawahan, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulonprogo, Sabtu (20/2/2021).- Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
20 Februari 2021 18:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Taruna Siaga Bencana atau Tagana, adalah suatu organisasi atau gugus tugas berbasis masyarakat yang berorientasi di bidang kesejahteraan sosial untuk menangani penanggulangan bencana.

Mulai dari tanggap darurat, sampai dengan pendampingan bagi korban bencana pada tahap pasca-bencana dan pemulihan. Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial DIY, Sigit Alifianto mengatakan Tagana dibentuk pada 24 Maret 2004 di Lembang, Bandung, Jawa Barat oleh Departemen Sosial RI, sebagai wahana partisipasi, pemberdayaan, dan kemitraan generasi muda di bidang penanggulangan bencana.

BACA JUGA: Menperin Ungkap Alasan PPnBM Mobil Dipangkas

Dengan empat kemampuan khusus yaitu pendamping sosial, pengelolaan shelter, pengelolaan logistik dan dapur umum, serta psikososial.

"Pada tahun 2021 pengabdian Tagana dalam penanggulangan bencana genap berusia 17 tahun, Kementerian Sosial memilih Jawa Barat sebagai tempat peringatan ulang tahun Tagana secara nasional, dengan mengusung tema 'Sinergi Bersama Multi Pihak, Sukseskan Tagana Menjaga Alam'," ujar Sigit Alifianto saat dikonfirmasi pada Sabtu (20/2/2021).

Adapun, peringatan HUT Tagana tingkat DIY memilih tempat di Kabupaten Kulonprogo, mengingat pada tanggal 19 Agustus 2020 Kementerian Sosial mencanangkan Kawasan Siaga Bencana wilayah pesisir pantai selatan di Kabupaten Kulonprogo, dengan pembentukan dan aktifasi Kampung Siaga Bencana (KSB).

"Kegiatan Kampung Siaga Bencana merupakan solusi untuk menumbuhkan sikap kesiapsiagaan dan tanggap bencana di wilayah Desa. Masyarakat diberikan kesempatan seluas-luasnya dalam upaya merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan sendiri upaya penanggulangan bencana, termasuk upaya mitigasi di pesisir selatan Kabupaten Kuloprogo dengan penanaman mangrove," sambung Sigit.

Keberadaan tanaman mangrove di kawasan pesisir laut cukup efektif untuk menghadang atau setidaknya meredam gelombang laut seperti tsunami. Sebab dengan akar tunjangnya yang tumbuh rapat dan melebar, mangrove akan bekerja seperti jaring.

Dalam hubungan ini, lanjut Sigit, tanaman mangrove berfungsi sebagai sedimen trap guna mengendapkan lumpur di akar-akar pohon sehingga dapat menjadi penghalang bagi perembesan air laut ke daratan.

"Peran tanaman mangrove untuk mengurangi bencana di pesisir antara lain, mangrove mengurangi kerusakan akibat ombak, kerusakan dari badai besar, akibat tsunami, mengurangi erosi dan mengikat tanah serta dapat mengimbangi kenaikan muka air laut," ungkapnya.

Sejalan dengan tema nasional, maka kegiatan peringatan hari ulang tahun kali ini, akan dilaksanakan kegiatan Tagana Menjaga Alam (TMA) dengan bakti sosial penanaman mangrove sejumlah 10.000 bibit di pesisir pantai wilayah Padukuhan Sawahan, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulon Progo dan kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) melalui sosialisasi pengurangan resiko bencana bagi santri di panti atau pondok pesantren.

Adapun, tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meneguhkan peran Tagana DIY sebagai relawan penanggulangan bencana, bersama masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana dan menjaga ekosistem.

Menumbuhkan jejaring kerja sama antar-sukarelawan sosial penanggulangan bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengapresiasi kegiatan pengurangan risiko bencana yang sudah dilaksanakan oleh semua sukarelawan sosial penanggulangan bencana di DIY.

BACA JUGA: Ini Harapan Jokowi pada Perayaan Imlek Nasional 2021

"Dalam rangkaian kegiatan Tagana Masuk Sekolah yang diselenggarakan di yayasan pendidikan/pondok pesantren, apel siaga bencana, dan Penanaman Mangrove, pembiayaan dibebankan pada anggaran APBD Dinas Sosial DIY dan APBD Dinas Sosial PPPA Kabupaten Kulonprogo," papar Sigit.

Direktorat PSKBA Kementerian Sosial juga memberikan bantuan bibit mangrove sejumlah 10.000 bibit. Kemudian, bantuan barang untuk pencegahan Covid-19 diberikan kepada Kalurahan Banaran, Galur, Kulonprogo berupa Masker 3 play dan hand sanitizer masing-masing senilai Rp5.175.000.

"Ponpes Askar Kauniy, Yayasan Pendidikan Al Muksin, Yayasan Pendidikan Bina Usaadah, TPA Nurhidayah, dan Yayasan Pendidikan Darul Ulum masing-masing mendapatkan makanan anak jalur evakuasi dan rambu titik kumpul, buku, spanduk, sertifikat, snack, hand sanitizer dengan total nilai bantuan senilai Rp30.143.881," ujarnya.