Rencana Program Paniradya Kaistimewan 2022

Ilustrasi Pemda DIY. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
24 Februari 2021 06:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Paniradya Kaistimewan DIY menyelenggarakan pertemuan guna membahas rencana program dan kegiatan tahun 2022. Dalam acara yang dihadiri berbagai elemen seperti Dewan Parampara Praja, instansi pemerintah daerah, perwakilan masyarakat dan lainnya ini, Paniradya Kaistimewan memaparkan rencana programnya. Selain itu, Paniradya Kaistimewan juga meminta tanggapan dan masukan dari berbagai pihak yang hadir secara daring dan luring.

Menurut Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho, tahun 2022 merupakan tahun ke-10 DIY mendapatkan dana istimewa (danais). Dari berbagai program yang telah berjalan, perlu adanya penyelarasan dan optimalisasi program, termasuk menyesuaikan dengan jumlah danais.
Tahun 2020, ada sisa danais sebesar Rp40,4 miliar. Sisa dana itu menjadi pengurangan penerimaan danais di tahun berikutnya. Menjelang tahun 2022, Paniradya Kaistimewan mengusulkan danais ke pemerintah pusat sebesar Rp2.562.068.229. Namun danais yang disetujui sejumlah Rp1.500.817.718.900.
“Dana tersebut ada kemungkinan berubah, kalau keuangan negara tidak memungkinkan akan ada pengurangan lagi,” kata Aris di Ruang Rapat A Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) DIY pada Selasa (23/2). 
Di tahun 2022, ada beberapa target seperti sasaran terpelihara dan berkembangnya budaya sebesar 12,04 persen, sasaran meningkatnya aktivitas perekonomian yang berkelanjutan 54,44 persen, peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan tanah kasultanan, kadipaten, dan tanah desa 21,877 unit, serta peningkatan kapasitas pengelolaan keistimewaan 91,30 persen.
Sampai 2020, masing-masing sub bagian telah terealisasi sebesar 13,10 persen, 40,69 persen, 12,437 unit, dan 88,46 persen. Sehingga capaian yang telah melampaui target baru pada sasaran terpelihara dan berkembangnya kebudayaan. “Kami menyadari target ini ada yang sudah terlampaui, [namun] ada target yang perlu waktu di tahun 2022 perlu dipenuhi,” kata Aris.
Beberapa isu strategis tahun 2022 mencakup beberapa bidang seperti urusan tata cara, kelembagaan, kebudayaan, tata ruang, dan pertanahan. Dalam kebudayaan misalnya, danais akan banyak untuk pengembangan desa mandiri budaya, taman budaya, DIY menuju warisan budaya dunia, penyelenggaraan festival ikonik daerah, dan lainnya.
“Paniradya Kaistimewan merencanakan di tahun 2021 ada pembuatan grand desain kaistimewaan,” kata Aris. “[semoga ini] menjadi perhatian kita bersama. Tidak ada penurunan target di masa pendemi, [target] sama dengan sebelumnya.”
Setelah mendengar pemaparan Aris, Wakil Parampara Praja Sutaryo memberikan tanggapan untuk Paniradya Kaistimewan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) DIY. Sutaryo mengingatkan visi RPJP DIY tahun 2005-2025 yaitu, “Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun 2025 sebagai Pusat Pendidikan, Budaya, dan Daerah Tujuan Wisata Terkemuka di Asia Tenggara dalam Lingkungan Masyarakat yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera.”
Sutaryo menyarankan semua program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengacu kembali pada visi RPJP DIY 2025. Sementara saat ini masih ada masalah sinkronisasi program di berbagai OPD. Selain itu, DIY juga masih memiliki permasalah lain, termasuk ketimpangan.
“Ketimpangan ekonomi, ini masalah besar. Ketimpangan budaya dan ketimpangan wilayah,” kata Sutaryo yang hadir secara daring dalam pertemuan.
Sementara itu, Widihasto W Putra sebagai perwakilan masyarakat merasa tertatih-tatih dengan program dari pemerintah yang jumlahnya banyak. Termasuk banyak program itu yang dalam perencanaannya tidak melibatkan masyarakat.
“Tidak semua dokumen perencanakan dirilis ke publik,” kata Widihasto. “Bagaimana saya bisa ikut mencermati. Ini satu hal yang terus terjadi setiap tahun.”
Widihasto berharap program dari pemerintah bisa sesuai kebutuhan masyarakat dan merespon permasalahan yang ada. “Angka kemiskinan juga naik dampak pandemi Covid-19. Idealnya program yang dirancang direspon menangani permasalahan itu,” kata Widihasto.
Dia juga berharap program tidak hanya fokus pada infrastruktur, namun juga banyak pada program ekonomi dan sumber daya manusia. (ADV)