Muncul Klaster BKAD, Dinkes Bantul Gandeng BBTKLP untuk Percepat Tracing

Ilustrasi. - Freepik
24 Februari 2021 11:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Munculnya klaster Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) di lingkungan Pemkab Bantul membuat Dinkes setempat bekerja keras dengan melakukan tracing terhadap mereka yang berkontak erat.

Terbaru, Rabu (24/2/2021) pagi, Dinkes Bantul bekerja sama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta menggelar tes swab PCR di halaman kantor Dinkes Bantul.

"Hari ini sebanyak 170 dari target 300 orang dites. 170 orang ini yang terdaftar awal, jumlah itu bisa terus meningkat. Karena targetnya 300 orang dan hari ini juga hasil akan keluar," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso.

Baca juga: Posko PPKM Mikro Tak Rutin Dijaga

Lebih lanjut Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santoso, sebelumnya telah menggelar tes swab PCR, dan hasilnya ada 9 pegawai di BKAD Bantul positif Covid-19.

Agar tidak terjadi penularan masif, maka Dinkes menggelar tes swab kepada seluruh ASN di Pemkab Bantul.

"Jadi 170 yang terdaftar awal tadi tidak hanya dari BKAD. Banyak yang berasal dari OPD lainnya," lanjut Oki.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budiraharja mengungkapkan sengaja bekerja sama dengan BBTKLPP.

Sebab, Dinkes ingin segera mendapatkan hasil dari tracing atas adanya klaster BKAD. Selain itu, dengan menggunakan mobil laboratorium bergerak survailance milik BBTKLPP, maka proses tracing dan testing bisa dilakukan dengan waktu singkat.

"Dengan mobil dari BBTKLPP bisa mencapai 100 spesimen sekali periksa, sementara jika menggunakan mobil PCR kira hanya mampu 50. Rencananya, pelibatan BBTKLPP tidak hanya untuk kali ini saja, tapi untuk kasus penularan besar lainnya," ungkap Agus.

Baca juga: Sasar Pasangan Usia Subur, Kota Jogja Luncurkan KB Bergerak

Kepala BBTKLPP Yogyakarta Irene mengungkapkan mobil laboratorium bergerak survailance baru kali pertama digunakan, Rabu (24/2/2021). Di mana, nantinya akan ada 300 spesimen yang diperiksa, dan terbagi dalam 3 kali pengetesan.

"Nantinya mobil ini akan melayani untuk area DIY-Jateng. Fungsi dari mobil ini sejatinya adalah mempercepat tracing dan kontak erat. Sekaligus memutus rantai penularan," ucap Irene.