PDAM Gunungkidul Targetkan 2.482 Pelanggan Baru

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
26 Februari 2021 14:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani menargetkan tambahan pelanggan sebanyak 2.482 sambungan rumah (SR) baru. Total hingga sekarang pelanggan yang dimiliki mencapai 52.604 SR.

Kepala Bagian Perencanaan, PDAM Gunungkidul, Michael Gusna mengatakan, jumlah pelanggan saat ini mencapai 52.604 pelanggan. Adapun instlasi sambungan ini tersebar di 15 kecamatan di Bumi Handayani.

Menurut dia, upaya perluasan jaringan dan pelayanan terus dilakukan. Sebagai contoh, untuk tahun ini ada target menambah jaringan baru sebanya 2.482 SR. jumlah tersebut terdiri dari pelanggar reguler sebanyak 816 SR dan sisanya sebanyak 1.666 SR merupakan program sambungan dari pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Sudah dipersiapkan programnya dan kami siap melaksanakan,” katanya, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Ini Lokasi Rapid Test Antigen Drive Thru di Jogja

Gusna optimistis target SR baru dapat terealisasikan dengan baik sehingga bisa memenuhinya. “Kami optimistis dapat mencapainya,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto. Menurut dia, akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jaringan untuk masyarakat. “Jangkauan kami belum menyasar ke seluruh wilayah tapi akan berusaha agar layanan menjangkau di 18 kapanewon. Untuk sekarang, layanan belum ada di Gedangsari, Purwosari dan Patuk,” katanya.

Toto menjelaskan, target pemasangan harus bisa tercapai. Hal ini dikarenakan untuk mengakses dana hibah dari pemerintah. “Untuk SR yang berasal program MBR ada alokasi dana hibah sekitar Rp5 miliar. Oleh karenanya, harus dicapai agar bisa dicairkan untuk mendukung operasional di PDAM,” katanya.

Ditambahkan dia, penambahan SR baru merupakan hal yang wajib dilakukan. Program ini harus dibarengi dengan optimalisasi sumber sehingga pasokan ke masyarakat tidak terganggu. “Ya kalau tidak ada penambahan produksi melalui optimalisasi sumber, maka layanan akan terganggu. Jadi, mau tidak mau harus meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya.

Baca juga: Yu Kinanti Mbagehi Sediakan Nasi Gratis Setiap Hari

Ia mengungkapkan, untuk optimalisasi produksi air beberapa program sudah dipersiapkan mulai pemanfaatan sumber dari sumur air dalam. Selain itu ada upaya redesain sumber Sindon agar bisa beroperasi lagi. “Sumber Sindon rusak karena badai cempaka di akhir 2017 lalu dan ini akan dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan program ini bisa menambah kapasitas produksi yang dimiliki PDAM,” katanya.