GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Ilustrasi tengkorak/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN-Warga Sayegan dikagetkan dengan penemuan kerangka manusia di stadion TGP, Kalurahan Margoluweh, Sayegan, pada Minggu (28/2/2021) pagi. Diduga kerangka manusia ini merupakan warga Godean.
Kapolsek Sayegan, AKP Darmana, menuturkan kerangka manusia ditemukan oleh warga yang tengah membersihkan rumput di dalam lapangan, sekira pukul 09.30 WIB. "Saksi kemudian menghubungi Babinkamtibmas Margoluwih," ujarnya.
Kondisi mayat saat ditemukan masih terbungkus sarung dan pakaian, tertutupi rerumputan yang cukup tinggi sehingga nyaris tak terlihat. Setelah dilaporkan pada Polsek Sayegan, mayat dibawa ke rumahbsakit Bhayangkara untuk diautopsi.
Setelah pelaporan itu, seorang pria Rusidi warga Godean, mendatangi Polsek Sayegan dan menduga mayat tersebut adalah pamanya yang telah menghilang sejak dua bulan lalu.
BACA JUGA: Ditangkap Lagi karena Narkoba, Ini Rekam Jejak Millen Cyrus Pakai Barang Haram
"Dimungkinkan mayat tersebut atas nama Sumarto, 80 tahun, paman dari Rusidi. Namun kami masih menunggu keluarga lain yang hafal dengan pakaian korban saat terakhir meninggalkan rumah," ujarnnya.
Berdasarkan keterangan Rusidi, korban sudah lanjut usia dan sudah sering bingung. Ia juga menduga meninggalnya korban bukan karena dibunuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.