Jogja Kaji Realokasi Anggaran untuk Pandemi

Ilustrasi - Freepik
02 Maret 2021 15:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja masih mengkaji realokasi anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 sebagaimana diamanatkan Kementerian Keuangan.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan postur anggaran dalam APBD 2021 sudah mengakomodasi penanganan pandemi melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). “Ini kami kaji apakah perlu refocusing atau tidak. Apakah anggaran mampu respons apa tidak. Kegiatan reguler itu sudah dialokasikan untuk pandemi,” ucap Heroe saat meninjau vaksinasi Covid-19 massal di Benteng Vrederburg, Selasa (2/3/2021).

BACA JUGA: Pedagang Jogja Keluhkan Pendataan Vaksin yang Kurang Maksimal

Heroe mengatakan Pemkot Jogja sudah mengakomodasi kegiatan penanganan pandemi melalui APBD 2021. Pemkot juga sudah menganggarkan dana tidak terduga (DTT) sebesar Rp13 miliar untuk mengantisipasi ketika kegiatan penanganan pandemi Covid-19 belum mencukupi.

“Konstruksi APBD 2021 sudah cukup fokus dalam penanganan Covid-19. Mitra pemerintah juga terlibat agar kebijakan yang diambil tepat,” kata dia.

Menurut Surat Edaran (SE) dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Nomor SE-2/PK/2021 terkait dengan penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah, terdapat sejumlah realokasi, terutama berkaitan dengan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Insentif Daerah (DID) serta Dana Alokasi Khusus (DAK). Refocusing tersebut menyangkut penanganan pandemi Covid-19, termasuk dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

DAU minimal delapan persen. Sementara DID minimal 30%. Adapun DAK fisik sebisa mungkin memanfaatkan tenaga lokal dan juga bahan baku lokal.