Berniat Konservasi, Petani Ikan di Cangkringan Ini Tebar Koi ke Sungai

Petani ikan dari Dusun Panggung, Argomulyo, Cangkringan menebar ikan koi di sungai warga tepatnya di area pemandian Tuk Bulus, Dusun Tegal Balong, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Senin (2/3/2021). - Ist/Dok warga
02 Maret 2021 15:32 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Petani ikan di wilayah Sleman tidak hanya fokus pada budidaya ikan di kolam. Mereka juga mulai memikirkan pelestarian ikan di alam bebas dengan menebar ikan ke sungai.

Salah satu petani ikan Dusun Panggung, Argomulyo, Cangkringan, Puji Hartanto, 46, misalnya, ia mengaku sudah melakukan gerakan tersebut bersama anggota kelompoknya. Secara bergantian, petani yang sedang memanen ikan, akan menyerahkan sebagian hasil panenan untuk ditebar ke alam bebas.

Pada Senin (1/3/2021) kemarin, ia menyerahkan bantuan ikan koi dan nila ke lokasi pemandian Tuk Bulus di Dusun Tegal Balong, Bimomartani, Ngemplak, Sleman. Ikan yang ditebar di sungai samping kolam pemandian itu antara lain koi usia 2 bulan sebanyak 50 ekor dan bibit nila kurang lebih sebanyak 5 kilogram. 

"Tujuan kami konservasi supaya ada keseimbangan alam karena kalau sungai tidak ada ikannya, bisa membawa penyakit juga untuk ikan yang ada di kolam," kata Tanto kepada Harianjogja.com, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Pelaku Wisata Bantul Tunggu Kejelasan Vaksinasi

Ia menjelaskan, ikan di sungai akan memakan kotoran-kotoran yang ada sehingga air menjadi bersih. Air tersebut dimanfaatkan petani untuk mengisi kolam tempat pembudidayaan ikan. "Kalau airnya enggak bersih, ikan yang dibudidayakan di kolam juga bisa penyakitan," jelas dia.

Adanya ikan di sungai juga membuat hama regul atau berang-berang tidak memangsa ikan di kolam.

Meski hibah, pihak petani mengharuskan adanya komitmen warga penerima bantuan untuk mau menjaga ikan. Salah satunya dengan melarang penangkapan ikan dengan cara menyetrum. 

Sementara Hariyanto selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pemandian Tuk Bulus Tegal Balong mengapresiasi hibah ikan tersebut. Ia berharap, habitat ikan di sungai di sekitar pemandian bisa kembali pulih.

Baca juga: Dua Hari, Merapi Empat Kali Muntahkan Awan Panas

Pengurus Pokdarwis lainnya, Eko Prasetyo menambahkan, dengan adanya ikan-ikan di sungai maka akan memperindah tampilan obyek wisata yang baru saja dibangun tersebut. "Anak-anak juga akan senang kalau melihat banyak ikan di sungai sekaligus [hibah ini] melengkapi koleksi mini zoo kami yang ke depan bisa menjadi sarana edukasi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono menyambut baik gerakan tebar benih oleh para petani ikan. "Saya apresiasi. [Gerakan tebar ikan ke sungai] sangat luar biasa karena bisa menambah jumlah ikan di perairan umum," tuturnya, Selasa (2/3/2021). 

Namun pihaknya mengimbau agar petani lebih selektif untuk memilih jenis ikan yang akan ditebar. "Yang kami sarankan [untuk ditebar] adalah seperti koi, tawes, atau juga tombro. Kalau yang sebaiknya jangan [ditebar di sungai] itu lele dumbo dan nila karena sifatnya predator," tutur Heru.