TBM Sleman Didorong Jadi Pusat Informasi dan Jurnalistik Warga
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Sleman Yuni Wibawa-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Beragam inovasi pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan akan terus dikembangkan. Tahun ini, dicanangkan sebagai tahun inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan.
Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Sleman Yuni Wibawa mengatakan indeks kepuasan pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Sleman terus meningkat. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihak ketiga oleh BPJS Kesehatan pusat, pelayanan Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman meraih nilai 95,3.
"Berdasarkan hasil Survei Pelayanan Prima kepada Peserta BPJS Kesehatan pada 2020 lalu, Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman meraih nilai 95,3 dari target 90," katanya saat ditemui Harianjogja.com, Selasa (2/3/2021).
Survei dilakukan lebih pada kepuasan pelayanan kepada peserta, baik peserta mandiri, badan usaha, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Rumah Sakit. BPJS Kesehatan Cabang Sleman bertekad untuk terus meningkatkan pelayanan dan mempertahankan capaian tersebut.
"Target survei pelayanan tahun lalu memang tinggi, pada semester pertama kami memang sempat tidak mencapai target namun di semester kedua, hasil akhirnya melebihi target. Kami akan terus melakukan inovasi pelayanan," katanya.
Wibawa mengatakan, tahun ini merupakan tahun inovasi. Di mana berbagai inovasi dalam berbagai layanan terutama layanan daring akan terus ditingkatkan. "Tahun ini tahun inovasi. Kami memiliki tim inovasi untuk memberikan pelayanan online dengan berbagai aplikasi," katanya.
Dia menyontohkan salah satu aplikasi Pandawa atau Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp. Menurutnya, aplikasi tersebut merupakan inovasi dari salah satu cabang yang kemudian diterapkan secara nasional. Aplikasi yang dilahirkan merupakan kreatifitas masing-masing cabang yang diusulkan untuk diterapkan secara nasional baik kepentingan internal maupun peserta.
"Ada beberapa yang diusulkan oleh Cabang Sleman tetapi tidak lolos seleksi. Kami tetap akan mengeluarkan inovasi untuk diusulkan dan diseleksi agar dapat diaplikasikan secara nasional. Jadi tidak memutup kemungkinan tahun ini muncul program baru baik untuk layanan peserta maupun internal," katanya.
Menurut Wibawa, peserta dapat mengakses layanan melalui JKN Mobile agar tidak perlu jauh mengurus masalah administrasi ke kantor. Oleh karenanya, setiap kantor cabang masif mensosialisasikan kepada peserta agar menggunakan aplikasi JKN Mobile. "Ini juga bertujuan untuk memutus penyebaran Covid-19," katanya.
Dengan aplikasi tersebut, katanya, jumlah kunjungan peserta ke kantor BPJS Kesehatan terus berkurang. Mereka yang datang ke kantor, lanjutnya, rata-rata peserta PBI yang sebagian besar berdomisili di wilayah pinggiran. "Ketika dilayani, petugas menganjurkan agar peserta mendownloadkan aplikasi JKN Mobile dan petugas mengajarkan pengoperasioan kepada peserta. Selain PBI, jarang sekali mereka datang ke kantor karena sudah menggunakan JKN Mobile,"ujarnya.
Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Galih Anjungsari pada aplikasi JKN Mobile berbagai inovasi sudah dikembangkan agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan prima di masa pandemi Covid-19. Digitalisasi layanan yang disediakan, katanya, bertujuan untuk mensupport kebutuhan peserta selama masa pandemi.
"Misalnya layanan antrean online. Ini memudahkan peserta untuk memonitor kapan waktu pemeriksaan dilakukan, nomor urut yang didapat. Dengan antrean ini, peserta tidak perlu terlalu lama menunggu di fasilitas kesehatan tingkat pertama [FKTP] atau Rumah Sakit," katanya belum lama ini.
Aplikasi Mobile JKN ini, kata Galih, juga menyediakan layanan konsultasi dengan dokter. Di Mobile JKN ini terdapat fitur atau menu konsultasi. Setiap peserta bisa berkonsultasi dengan mobile JKN bisa via chat tanpa harus menemui dokter. Layanan online lainnya adalah display ruang operasi. Layanan ini sebagai bentuk transparansi bagi peserta terkait kapan tindakan operasi akan dijalankan.
"Dengan layanan ini, masyarakat bisa mengetahui kapan jadwal operasinya. Mereka bisa memonitor di aplikasi mobile JKN," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.
Mematikan mesin saat mengisi BBM di SPBU merupakan langkah keselamatan untuk mengurangi sumber penyalaan. Simak alasan dan aturan lainnya.