Belum Miliki WKSBM, Kapanewon Disorot

Ilustrasi. - Ist/Freepik
03 Maret 2021 11:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) kembali dilaksanakan dari 1-3 Maret 2021. Evaluasi menyoroti berbagai aspek termasuk beberapa Kapanewon yang masih belum memiliki WKSBM.

Kasubag Pemberdayaan Masyarakat bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Kab. Bantul, Deddy Ahmad Jabir, menyebutkan Monev diikuti 75 Lurah dan 75 Badan Musayawarah Kalurahan (Bamuskal) yang dibagi ke dalam tiga hari. Monev dilakukan merujuk Perbup No.94/2019 tentang WKSBM.

BACA JUGA : Di Sleman, Wahana Kesejahteraan Sosial Mampu Kurangi 

"WKSBM ini sebagai wadah  bertemunya Penyandang Maslaah Kesejahreraan Sosial [PMKS], ada anak terlantar, anak putus sekolah, anak yatim piatu yang butuh santunan termasuk ODGJ, itu untuk mendapatkan bantuan dari masyarakat yang mampu dan peduli," terabgnya Selasa (2/3/2021).

Dijelaskan Deddy, WKSBM merupakan nomenklatur yang dikeluarkan Menteri Sosial pada 2004. Deddy menuturkan WKSBM dilatarbelakangi karena seberapa banyak pun uang negara tidak akan cukup menamggulangi kemiskinan tanpa bantuan masyarakat.

"WKSBM mengajak masyarakat yang mampu membantu masyarakat yang kurang mampu, sehingga program penanggulangan kemiskinan dapat mendapatkan percepatan," ujarnya.

WKSBM di Bantul ditururkan Deddy dibarengi dengan modal paguyuban atau keguyuban masyarakat. "Jadi mereka guyub lalau ada apa mereka bantu membantu dan gotong royong," ujarnya.

BACA JUGA : Dinsos Ajak Warga Gotong Royong Entaskan Kemiskinan

Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Sukamta, Sekda Bantul selaku penyelenggara acara Monev WKSBM dalam laporannya menyampaikan ads beberapa Kapanewon yang belum membentuk WKSBM.dari 17 kapanewon yang ada di Kabupaten Bantul ada tiga Kapanewon yang belum membentuk dan mengembangkan WKSBM.

"Tiga Kapanewon yang belum membentuk WKSBM yakni Kapanewon Pundong, Kapanewon Imogiri, dan Kapanewon Piyungan. Sementara Kapanewon yang mengembangkan WKSBM terbanyak adalah Kapanewon Banguntapan dan Kapanewon Pajangan. Masing-masing Kapanewon tersebut terbentuk 11 WKSBM," ujarnya.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menuturkan bahwa WKSBM dapat membantu mengatasi masalah kemiskinan di Kabupaten Bantul. "Untuk saat ini penumbuhan WKSBM Bantul baru 45 WKSBM dari 933 Dusun. Jadi ini perlu kerja keras kita bersama untuk menyempurnakan sampai sejumlah 933 WKSBM di Kabupaten Bantul," tutur Halim.

Halim meminta kepada seluruh Lurah untuk segwra mendorong dan memfasilitasi penumbuhan WKSBM di wilayahnya masing-masing. Sehingga harapannya seluruh dusun di Kabupaten Bantul bisa memiliki WKSBM.