Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Bupati Sleman Kustini. /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, SLEMAN--Refokusing anggaran untuk penanganan covid-19 kembali dilakukan di setiap daerah, termasuk Sleman. Meski berkurang, Pemkab Sleman memastikan refokusing anggaran tidak mengganggu program pioritas.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menjelaskan refokusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 telah disepakati sebesar 20%. “Semua program yang tidak prioritas kami kurangi semua,” ujarnya, Selasa (2/3/2021).
BACA JUGA : Refocusing Anggaran: Dua Proyek Ini Tetap Dipertahankan
Saat ini, ia belum mendapat laporan detail kegiatan apa saja yang dikurangi. Meski demikian ia memastikan kegiatan prioritas tetap akan dilaksanakan. “Yang memang program pioritas tetap dijalankan. Antar Dinas bisa mengetahui yang tidak perlu,” ujarnya.
Senada dengan Kustini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Sleman, Taufiq Wahyudi, menjelaskan meski ada refokusing sebesar 20%, tidak ada dampak signifikan untuk pekerjaan prioritas.
Ia mencontohkan pada refokusing 2020, salahs atu pekerjaan prioritas yakni pembangunan Gedung DPRD Sleman tetap berjalan. “Lalu pembangunan jembatan Puren yang kemaren dilaksanakan pas pas pandemi. Kalau yang jembatan Beji tertunda karena gagal lelang, waktu untuk lelang ulang sudah tidak mencukupi,” ujarnya.
BACA JUGA : Refocusing Anggaran, Belasan Proyek di Bantul Sementara
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Supriyanto, mengatakan refokusing dilakukan dengan pengurangan anggaran di setiap kegiatan. “hanya mengurangi saja, masing-masing kegiatan dikurangi sedikit-sedikit,” ungkapnya.
Meski ada pengurangan, ia memastikan upaya mitigasi dan penanggulangan bencana tetap berjalan dengan baik. “mau tidak mau tetap dikurangi. Tapi tidak terus berdampak. Mitigasi tetap berlajan karena hanya anggarannya yang dikurangi sedikit,” kata dia.
Kasie Perencanaan Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah Sleman, Ibnu Pujarta, mengatakan saat ini kegiatan yang direfokusing masih dalam pembahasan. “Sekarang masih progress. Besok siang kami rapatkan lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.