Sepi Orderan, Perajin Topeng Beralih Bikin Truk Mainan

Salah seorang perajin topeng Bobung sedang mengecat mainan truk untuk proses finshing sebelum dipasarkan ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur Selasa (2/3/2021). - Harian Jogja/ David Kurniawan.
03 Maret 2021 07:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, PATUK – Perajin topeng kayu di Dusun Bobung, Putat, Patuk mengubah hasil produksi dengan membuat miniatur truk. Hal ini dilakukan untuk bertahan karena sepinya orderan akibat dampak dari pandemi corona.

Salah seorang perajin, Rahmantri Yusuf mengatakan, pandemic corona benar-benar berdampak terhadap usaha kerajinan topeng kayu yang digeluti warga Bobung. Menurut dia, sejak adanya pandemic satu tahun lalu hampir tidak ada orderan membuat topeng kayu. “Benar-benar sepi,” kata Yusuf kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

BACA JUGA : Perajin Topeng di Bobung Kesulitan Bahan Baku 

Meski demikian, para perajin harus terus berkreasi agar tetap memperoleh penghasilan. Oleh karenanya, sekitar empat bulan lalu, perajin merubah produksi dari topeng kayu menjadi miniature mainan truk. “Kami bersyukur karena usaha ini berjalan lancar,” katanya.

Menurut dia, usaha ini tidak dilakukan sendiri karena pembuatan dilakukan denan cara kerjasama antar perajin. Yusuf mengaku membuat mainan truk dengan bahan kayu. Selanjutnya, setelah jadi disetorkan ke perajin lain untuk proses finishing pengecatan.

“Nanti ada perajin yang khusus memasarkan. Biar menarik, saya buat truk bisa berjalan oleng sehingga mirip aslinya,” ungkapnya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Surono, perajin lain di Dusun Bobung. Menurut dia, untuk mempertahankan ciri khas topeng bobung, truk mainan ini tetap dilukis dengan beragam motif batik. Pewarnaan di badan truk juga masih tetap menggunakan teknik batik yang sama dengan pewarnaan pada kain.

BACA JUGA : Perajin Topeng Kayu Terancam Gulung Tikar

“Batik merupakan identitas di sini [Bobung] sehingga tetap dipertahankan,” kata Surono.

Menurut dia, satu truk batik ukuran standar dijual paling murah Rp 50.000. Harga akan semakin mahal esuai dengan pembuatan truk dengan cat beragam asesoris. “Setiap bulan bisa mengirim 400-500 unit. Untuk tujuan ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Kediri, Magelang, Cilacap hingga Temanggung,” katanya.