Setahun Pandemi, Wisata Mangunan Belum Pulih

Pengunjung menikmati pemandangan di salah satu objek wisata di Mangunan, Dlingo pada Senin (8/3). - Harian Jogja/ Catur Dwi Janati.
09 Maret 2021 07:37 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, DLINGO - Lebih dari setahun berlangsung, dampak pandemi masih dirasakan sejumlah pelaku wisata. Di Desa Wisata Mangunan, Kapanewon Dlingo misalnya, hingga kini perekonomian para pelaku wisata masih belum pulih.

Ketua Koperasi Wana Wisata Mangunan, Purwo Harsono menyampaikan kondisi wisata Mangunan saat ini memang belum pulih. Pria yang disapa Ipung itu menuturkan bahwa kondisi pandemi sempat menyebabkan banyak usaha wisata yang tutup.

"Dari 2015 kita buka sampai 2019 usaha baru yang muncul karena adanya wisata itu ada sekitar 378 usaha. Misalnya homestay terdampak, akomodasi wisata terdampak. Kemudian kuliner terdampak, cenderamata terdampak, jadi hampir semuanya sementara masih dorman," tuturnya pada Senin (8/3/2021).

BACA JUGA : Kunjungan ke Wisata Mangunan Bantul Mulai Menurun

Disebutkan Ipung, saking sepinya pengunjung beberapa pelaku usaha wisata memilih tutup dan kembali ke aktivitas semula. Misalnya yang dulu petani kembali bertani untuk bertahan hidup juga ada. Namun ada juga beberapa pelalu wisata yang tetap buka untuk menjaga dan merawat usaha wisata yang sudah dianggap rumahnya sendiri apapun kondisinya.

"Hampir semua tutup. Tutupnya cukup lama, tapi akhir-akhir ini sudah mulai bergerak. Itu pun belum cukup untuk menghidupi, tetapi aktivitasnya sudah mulai. Homestay juga demikian, sudah mulai ada [pengunjung]. Harapannya aktivitas merangkak lalu kembali kehidupan normal lalu pulih. Karena sejak dibuka 2015 masyarakat telah memilih pariwisata dijadikan sebuah peluang," tandasnya.

Adanya pendataan vaksinasi bagi pelaku wisata disambut baik oleh Ipung. Menurutnya, disasarnya pelaku wisata sebagai sasaran vaksinasi menjadi sinyal baik bagi para pelaku usaha wisata.

"Kalau sudah tervaksin semuanya, secara otomatis hidup itu kembali normal. Menjadi benar-benar new normal. Kalau seperti kemarin new normal itu sangat mengikat aktivitas pergerakan masyarakat. Kalau dibuka secara umum, itu lah harapan kita," ujarnya.

BACA JUGA : Jelang New Normal, Bantul Buka Wisata Baru di Perbukitan

Penewu Dlingo, Deni Ngajis Hartono menyampaikan kendati telah banyak yang buka, penerapan protokol kesehatan di sejumlah objek wisata di Mangunan diawasi dengan ketat sesuai dengan instruksi bupati dan perpanjangan PPKM Mikro.

"Kita tetap bekerja sama dengan pemerintah desa dalam hal ini juga Babinsa dan Babinkamtibmas untuk memberikan keterangan [menyangkut prokes] kepada masyarakat. Harapan kami protokol harus bisa dilaksanakan," katanya.

"Alhamdulillah [pelaku wisata] sudah bisa mulai bangkit dengan kondisi sekarang, sudah dibukanya wisata-wisata dengan batasan tertentu sesuai aturan yang diberlakukan oleh pemerintah daerah. Meski belum bisa 100 persen pulih seperti yang dahulu," ungkapnya.