Kasus Covid-19 Klaster Hajatan, 47 Warga Bojong Kulonprogo Diuji Swab

Ilustrasi. - Freepik
09 Maret 2021 14:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Puskesmas Panjatan Kulonprogo telah melakukan penelusuran kontak terkait adanya kasus Covid-19 klaster hajatan di Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo. Sebanyak 45 warga telah dilakukan uji swab.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, Baning Rahayujati menyebutkan penelusuran kontak dilakukan pada tanggal 5 Maret 2021. Sebanyak 11 warga yang bergejala kemudian dilakukan uji swab PCR. Hasilnya, 11 warga tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Sebanyak 11 warga tersebut ditambah satu warga yang dinyatakan positif Covid-19. Baning menambahkan jika sumber penularan Covid-19 di klaster hajatan Kalurahan Bojong Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, belum diketahui.

Baca juga: Klaster Hajatan Muncul di Kulonprogo, 12 Orang Positif Covid-19

"Kemarin Senin (8/3/2021) juga dilakukan penelusuran kontak erat yang melibatkan pamong desa Kalurahan Bojong. Dikarenakan ruangan yang kecil-kecil sehingga kami memutuskan untuk melakukan swab PCR kepada 17 pamong desa. Kami juga memutuskan untuk menutup sementara kantor Kalurahan Bojong sampai dengan hasil swab keluar," terang Baning, Selasa (9/3/2021).

Adapun, selain pamong desa, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo melakukan uji swab PCR kepada 45 warga yang dinyatakan sebagai kontak erat. Uji swab PCR dilakukan pada Senin (8/3/2021).

Baca juga: Klaster Hajatan di Kulonprogo Diperparah dengan Kegiatan Kerja Bakti Warga

"Klaster hajatan di Kalurahan Bojong Kapanewon Panjatan Kulonprogo tidak ada hubungannya dengan klaster yang ada di Puskesmas Panjatan II. Puskesmas Panjatan II ada satu bidan yang positif Covid-19. Ada empat kontak erat. Senin (8/3/2021) kemarin sudah kami lakukan swab PCR kepada kontak erat," ujar Baning.

Terkait penutupan kantor Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, Baning menegaskan penutupan dilakukan hingga hasil uji swab PCR kepada 17 pamong desa keluar.

"Penutupan sampai menunggu hasil dari swab PCR yang dilakukan kepada pamong praja. Kalau ada yang positif ya nanti akan diisolasi," tutup Baning.