Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Bendahara Mina Julantoro, Shinta Dewi saat memberi pakan ikan di Selokan Tanjungkiri, Kampung Dukuh, Kalurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Rabu (10/3/2021)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kampung Dukuh RT 69, RW 12, Kalurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, mengubah selokan yang kotor menjadi selokan yang bersih dan dipenuhi dengan ikan. Bahkan pemandangan tersebut menarik untuk dikunjungi wisatawan.
Ada ribuan ekor ikan nila dan mas yang memenuhi selokan sepanjang sekitar 90 meter dengan lebar sekitar 2-3 meter. Selokan tersebut bernama Tanjungkiri yang memanfaatkan aliran sungai Winongo yag mengalir lewat Kampung Dukuh.
Selokan tersebut tepat berada di timur Jembatan Julantoro,“Karena nama jembatan Julantoro jadi kami namakan kolam ikan ini dengan nama Minjol atau Mina Julantoro, diambil dari nama jembatan,” kata Bendahara Mina Julantoro, Shinta Dewi, saat ditemui di Mina Julantoro, Rabu (10/3/2021).
Shinta mengatakan keberadaan Mina Julantoro berawal dari keprihatinan sejumlah warga karena selokan tersebut dipenuhi dengan sampah. Warga kemudian berinisiatif membersihkan sampah. Agar kebersihan selokan terjaga kemudian perlu ditebar dengan benih ikan.
Warga kemudian membuat proposal bantuan benih ikan berikut pakannya melalui Dinas Kelautan Perikanan DIY melalui anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Dwi Wahyu pada 2017 lalu. Bantuan benih dan pakan kemudian datang 2018. Yang mengusulkan awalnya Rahmat Suryadi yang juga suami dari Shinta Dewi.
Bantuan datang dalam bentuk non tunai atau dalam bentuk benih ikan sebanyak 15.000 ekor plus 90 sak pelet atau pakan ikan, “Awal panen Maret 2018 tembus 1, 54 ton. Diuangkan Rp47 juta,” kata Shinta. Sampai sekarang Mina Julantoro yang diurus oleh 54 anggota itu sudah panen sebanyak lima kali.
Hasil panen dibeli oleh warga sendiri dengan harga murah Rp15.000 per kilogram. Namun ada juga yang dijual ke luar warga Dukuh dengan harga Rp28.000 per kilogram. Sisa penjualan dibelikan benih dan pakan kembali. “Kami juga bisa infak ke masjid dan memenuhi kas RT 69 dan RT 62,” ujar Shinta.
Selain hasil panen dapat dinikmati warga, selokan tersebut juga didesain semenarik mungkin dengan pagar warna-warni sehingga menarik wisatawan datang. Bahkan banyak dari berbagai daerah yang studi banding ke Mina Julantoro. Wisatawan yang datang biasanya studi banding dan berswafoto.
“Sebelum pandemi banyak wisatawan datang tapi saat pandemi tutup dulu untuk wisatawan,” kata dia. Selain memanfaatkan selokan dengan menebar benih ikan. Selokan tersebut juga dilengkapi dengan tanaman sayuran yang hasilnya bisa dinikmati warga sekitar dengan harga murah.
Shinta berujar adanya Mina Julantoro banyak masyarakat sekitar terberdayakan mulai dari jualan ikan segar hingga warung makanan yang laku dibeli oleh wisatawan. Namun lebih jauh tujuan sebenarnya adalah menjaga selokan bebas sampah dan warga sadar tak buang sampah di selokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Seleksi petugas haji 2027 dibuka hingga 31 Agustus. Cek syarat, formasi, jadwal CAT, surat rekomendasi, BPJS, dan link pendaftaran.
BGN meminta mitra melaporkan oknum yang meminta uang untuk operasional SPPG dan menegaskan kepala SPPG wajib hadir sejak pukul 02.00.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
Kuota LPG 3 kg 2026 berpotensi jebol. DEN meminta pengawasan distribusi dan pembinaan pangkalan diperketat agar subsidi tepat sasaran.
Lima anggota TNI diserang massa di Sarolangun, Jambi. Danrem 042/Garuda Putih memastikan pelaku diproses sesuai hukum.