Hasil Tryout Belum Maksimal, Disdikpora Gunungkidul Buka Opsi Konsultasi di Sekolah

Ilustrasi. - Freepik
12 Maret 2021 14:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jelang pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) telah dilakukan tryout bagi siswa kelas akhir di tingkat SMP. Meski demikian, hasilnya belum sesuai harapan. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul membuka opsi pertemuan tatap muka di sekolah untuk konsultasi agar hasil dari ASPD bisa dimaksimalkan.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Eddy Praptono mengatakan, jelang pelaksanaan ASPD sebagai pengganti ujian nasional ada permasalahan yang dihadapi. Indikator ini dapat dilihat dari hasil tryout siswa peserta ASPD yang belum optimal. Diduga permasalahan muncul karena sistem pembelajaran daring yang diterapkan selama masa pandemi sehingga berpengaruh terhadap nilai yang diperoleh saat uji cob mengerjakan soal-soal.

“Memang tidak optimal dan hasil tryout belum sesuai harapan,” kata Eddy kepada wartawan, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Miris, 40 Persen Masyarakat Alami Kekerasan Gender karena Pandemi

Menurut dia, permasalahan tidak maksimalnya siswa dalam pembelajaran (khususnya siswa kelas sembilan) harus diatasi agar hasil ASPD bisa dimaksimalkan. Terlebih lagi, nilai ini akan memberikan pengaruh untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Meski demikian, lanjut Eddy, upaya optimalisasi bisa disiasati dengan penyelenggaraan kegiatan belajar tatap muka di sekolah. Meski demikian, itu belum bisa dilaksanakan karena terkendala penerapan kebijakan belajar di rumah, sesuai instruksi gubernur tentang Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarkat (PTKM). “Di dalam perpanjangan pebelajaran masih menggunakan model daring,” ungkapnya.

Ia pun mengakui sudah banyak yang medesak agar sekolah kembali dibuka, terutama bagi siswa di kelas akhir. Oleh karenanya, kata Eddy, disdikpora memperbolehkan sekolah adanya konsultasi dengan cara tatap muka. Hanya saja, pelaksanaan harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan kedatangan siswa dibatasi separuh dari kapasitas normal. “Untuk bisa menggelar konsultasi di sekolah juga harus mendapatkan rekomendasi dar satgas penanggulangan Covid-19 di tingkat kapanewon,” katanya.

Kepala SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati mengatakan, ASPD dilaksanakan di awal April mendatang. Sebelum pelaksanaan, telah dilakukan ujian trayout pra-ASPD. “Ya begitulah hasilnya,” kata dia.

Menurut Suhartati, pelaksanaan pembelajaran daring banyak kendala sehingga berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang diterima anak didik. Selain itu, di dalam pendidikan karakter juga ikut terpengaruh karena dengan tidak adanya tatap muka maka tingkat kedisiplinan mengalami penurunan.

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 14 Dibuka,Cek Syarat hingga Cara Daftarnya

“Ini diketahui saat kunjungan ke rumah. Ada beberapa siswa yang rambutnya gondrong hingga disemir. Padahal, kalau menurut aturan sekolah hal tersebut tidak diperbolehkan,” katanya.

Disinggung mengenai pelaksanaan sekolah tatap muka, Suharti mengaku menunggu insturksi dari Pemerintah. “Sampai saat ini masih dengan belajar di rumah. Jadi, sebelum itu diubah maka akan tetap melaksanakan sesuai aturan yang berlaku,” katanua.