BPBD DIY Beri Edukasi Protokol Pencegahan Covid-19 di Sentolo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo pada Rabu (10/3/2021). Kedua upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran warga terkait dengan protokol pencegahan penularan Covid-19. - Istimewa/BPBD DIY
12 Maret 2021 17:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo, Rabu (10/3/2021). Kedua upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran warga terkait dengan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Kepala Seksi Pencegahan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY, Ali Sadikin, mengatakan warga yang berada di sejumlah kalurahan belum paham betul dengan Covid-19, termasuk cara mengantisipasi penularan, hingga tata cara pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ternyata warga di sejumlah kalurahan, bahkan posko Covid-19 yang ada di tingkat kalurahan, belum begitu paham soal virus Covid-19 ini. Terlebih, setiap wilayah kalurahan itu punya permasalahannya sendiri-sendiri," ujar Ali Sadikin saat dikonfirmasi pada Jumat (12/3/2021).

Kehadiran BPBD DIY terjun langsung ke masyarakat melalui edukasi penanganan pandemi Covid-19 ke tiap-tiap kalurahan juga untuk membantu gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat kalurahan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat yang selama ini dinilai masih acuh terhadap protokol Covid-19.

"Gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat kalurahan itu belum mantep kalau dari BPBD DIY belum memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Kalau gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat kalurahan memberikan edukasi, warga cenderung tidak menggubris. Kalau dari BPBD DIY yang memberikan edukasi langsung, warga langsung percaya," terang Ali.

Sosialisasi dan edukasi kepada warga di kalurahan Sentolo juga menyasar soal protokol pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Gugus tugas penanganan Covid-19 di tingkat kalurahan masih ragu-ragu dalam melakukan upaya pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Soal pemakaman juga kami berikan edukasi karena ada beberapa gugus tugas penanganan Covid-19 di tingkat kalurahan baik di Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo, yang masih takut dalam melakukan pemakaman terhadap pasien Covid-19. Kalau Sleman dan kota Jogja itu sudah mantap," kata Ali.

Sosialisasi dan edukasi kepada warga di kalurahan merupakan bagian dari upaya BPBD DIY pada 2021 yang menyasar lima kalurahan di tiap kabupaten maupun kota untuk memberikan sosialisasi Covid-19 mulai dari hulu hingga hilir.

"Peserta sekitar 30 sampai dengan 40 orang dan kegiatan dilaksanakan di balai desa di masing-masing kalurahan. Kami juga menerapkan protokol Covid-19 dalam pelaksanaan edukasi," ungkap Ali.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi, mengatakan, gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat kalurahan maupun masyarakat tidak perlu menggunakan hazmat saat memakamkan jenazah Covid-19. Cukup menggunakan pakaian biasa.

"Akan tetapi, tetap memakai sarung tangan lateks atau karet dan masker media. Pasalnya, jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sudah dipusarakan sesuai dengan protokol Covid-19 di RSUD rujukan penanganan pasien positif Covid-19 sehingga sudah steril," kata Ariadi.