Genjot Penjualan dengan SiBakul Free Ongkir

Karyawan Kedai Teteh sedang melakukan proses packaging produknya di Kalasan, Sleman, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Sirojul Khafid
15 Maret 2021 16:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Program SiBakul Free Ongkir dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) DIY dinilai mampu meningkatkan penjualan produk para pelaku usaha. Salah satu pelaku usaha yang merasaskan dampaknya adalah Yati Komalasari, pemilik usaha Kedai Teteh.

Dia tak menampik selama ini para pelanggannya sering terkendala dengan biaya ongkos kirim (ongkir). Dalam sehari, bisa dua sampai tiga pelanggan batal membeli setelah mengetahui biaya ongkir.

“Setelah ada free ongkir dari SiBakul, kendala ongkir tidak masalah lagi. Orderan semakin meningkat,” kata Yati, Minggu (14/3/2021).

Kedai Teteh yang menjual jajanan ala sunda seperti seblak, baso aci, baso goreng dan lainnya ini berjalan sejak Januari 2020. Awalnya Yati membuka kedai di garasi rumahnya.

Akan tetapi pandemi Covid-19 memaksanya menutup kedai lantaran sepi. Selama beberapa bulan dia pun vakum berjualan.

Akhirnya Yati memulai berjualan secara daring dengan sistem membekukan bahan baku. Tidak lama setelahnya, dia menerima informasi soal program SiBakul Free Ongkir sekitar Juni 2020.

Saat sebelum bergabung dengan SiBakul, kata dia, penjualan yang mampu ia lakukan rata-rata 20 pak per hari. Tetapi setelah bergabung dengan SiBakul, penjualannya pun meningkat drastic hingga 70-100 pak perhari.

Tidak hanya program free ongkir, Yati juga mendapat manfaat dari program pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinkop-UKM DIY. Selama tiga bulan, kata Yati, dia mendapat dilatih soal pembukuan, keuangan, stok, foto produk dan lainnya.

Yati berharap ke depan bisa memiliki alat yang bisa membuat makanannya bisa bertahan lebih lama. Selain ke dalam negeri, dia juga ingin memasarkan produknya sampai luar negeri. “Bisa lebih berkembang lagi, bisa menyerap tenaga lebih banyak lagi. Banyak yang terbantu juga,” kata Yati.

Begitu pula dengan Fitriyanti Setyo Rahayu, pemilik usaha brownies Batik Mom CF yang juga ikut merasakan manfaat pogram SiBakul Free Ongkir.

Sebenarnya dia telah lama mendaftar sebagai anggota SiBakul, tetapi lantaran terkendala sinyal, dia pun kurang aktif. Secara efektif dia baru mengikuti program SiBakul selama dua pekan belakangan ini. “Saya memasukkan lima produk dalam SiBakul, mulai dari brownies, donat, sampai pizza,” kata Fitriyanti.

Gerakkan Ekonomi

Berdasarkan data Dinkop-UKM DIY, saat ini ada 1.500 UKM yang tergabung dalam program SiBakul Free Ongkir. Jumlah ini masih tergolong sedikit dibanding jumlah UKM yang terdata di SiBakul Jogja yang mencapai 285.000 UKM.

Adapun transaksi per hari pada 2021, tercatat mencapai 150 transaksi. Dari awal Februari sampai 9 Maret 2021 sudah ada 3.800 transaksi dengan total ongkir Rp105 juta. Sementara produk UKM yang terbeli senilai Rp700 juta, hampir tujuh kali lipat dari ongkir.

Sementara pada 2020, total ongkir yang dialokasikan untuk membantu UKM sebanyak Rp350 juta dan nilai transaksi Rp2,25 miliar. Beberapa pihak yang menjadi mitra kerja sama pengiriman barang yaitu GO-Jek, Gokar, PT.Pos Indonesia, dan Kiriminaja.