KPP Pratama Sleman Buka Pojok Pajak di Mal

Suasana pembukaan layanan Pojok Pajak KPP Pratama Sleman di Hartono Mall, Rabu (17/3/2021)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
17 Maret 2021 18:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sleman membuka layanan Pojok Pajak di sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah Sleman. Layanan ini diberikan untuk memberikan kemudahan bagi wajib pajak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak tahun ini.

Kepala KPP Pratama Sleman Agus Budi Prasetyo mengatakan keberadaan Pojok Pajak di pusat perbelanjaan bertujuan untuk mendekatkan layanan pajak kepada masyarakat. Khususnya terkait dengan penyampaian SPT Tahunan maupun konsultasi perpajakan secara umum. "Saat ini masa penyerahan SPT. Masyarakat bisa berkonsultasi terkait permasalahan pajak," katanya usai pembukaan layanan Pojok Pajak KPP Pratama Sleman di Hartono Mall, Rabu (17/3/2021).

KPP Pratama Sleman, lanjutnya, menyasar Pojok Pajak di empat pusat perbelanjaan. Mulai dari Hartono Mall (17-19 Maret), Jogja City Mall (22-24 Maret), Sleman City Hall (25-26 Maret) dan Ambarukmo Plaza (29-31 Maret). Pojok Pajak tersebut menjadi salah satu upaya KPP Pratama Sleman untuk membantu wajib pajak memenuhi kewajibannya dan memberikan edukasi pelaporan SPT dapat dilakukan di mana saja.

Direktorat Jenderal Pajak menyediakan berbagai fasilitas bagi wajib pajak mulai dengan eBilling untuk membuat kode billing untuk penyetoran pajak dan eFiling untuk melaporkan SPT. "Penyampaian SPT merupakan kewajiban bagi pemilik NPWP. Nah untuk membantu wajib pajak menyampaikan kewajibannya, kami dirikan Pojok Pajak ini meskipun penyampaian SPT sebenarnya bisa dilakukan secara online," ujarnya.

Keberadaan Pojok Pajak sendiri, selain di mall juga melayani beberapa kalurahan dan kapanewon dengan program jemput bola. KPP Pratama Sleman juga bekerja sama dengan sejumlah universitas, hotel dan instansi pemerintahan terkait pengisian SPT bersama. Ini dilakukan untuk memberikan pelayanan dan menumbuhkan semangat wajib pajak agar melaksanakan kewajibannya.

"Kami juga membuka kelas pajak secara online. Layanan ini, termasuk Pojok Pajak ini bertujuan untuk memecah kerumunan wajib pajak sebab saat ini masih masa pandemi Covid-19. Makanya, kegiatan di sini semuanya wajib memenuhi protokol kesehatan," ujar Agus.

Sementara Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak DIY Yoyok Satiotomo mengatakan kegiatan penerimaan SPT Tahunan dilakukan semua KPP di wilayah DIY. KPP Pratama Jogja membuka Pojok Pajak di Malioboro Mall, KPP Pratama Wates di kalurahan. "Wajib pajak dapat datang ke KPP terdekat untuk mendapatkan layanan perpajakan, termasuk pelaporan SPT," ujarnya.

Ia menjelaskan, selama 2020 realisasi penerimaan pajak sebesar 94,98% atau sekitar Rp4,7 Triliun dari target sebesar Rp4,9 Triliun. Pada awal 2020 lalu, Kanwil DJP DIY masih mengalami growth positif tetapi secara konsisten menunjukkan kontraksi semakin dalam pada Maret 2020. Kondisi ini tidak terlepas dari adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

"Mulai Maret 2020, seiring dengan kondisi pertumbuhan ekonomi regional terjadi kontraksi sehingga pada akhir 2020 lalu pertumbuhan penerimaan pajak terkontraksi menjadi -9,77%," katanya.

Dia menjelaskan, sektor dominan di Kanwil DJP DIY memiliki kontribusi sebesar 70% dari penerimaan pajak. Secara umum, semua sektor mengalami pertumbuhan negatif kecuali Industri pengolahan. Kontraksi pada beberapa sektor utama mulai mereda pada triwulan IV 2020 ketika aktivitas ekonomi mengalami tren kenaikan.

Pada 2021 ini, katanya, di mana diprediksi pandemi Covid-19 belum dapat berakhir DIY sebagai kota pariwisata dan pendidikan masih sangat terdampak pandemi. Prediksinya tahun ini segera recovery dengan proyeksi pertumbuhan 3,9-4,3%. "Target penerimaan pajak untuk DIY pada 2021 sebesar Rp5,5 Triliun naik Rp805 milar atau 16,98% dari realisasi 2020,"katanya.