Sudah Mendaftar, Guru di Sleman Menunggu Jadwal Vaksinasi Covid-19

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
19 Maret 2021 08:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Meski Pemkab Sleman telah mendata tenaga pendidik untuk vaksinasi sejak awal Maret lalu, sampai saat ini masih banyak tenaga pendidik yang belum mendapatkan jadwal vaksinasi dari fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).

Salah satu guru yang mengajar di SMA N 1 Depok, Sleman, Eko Yulianto, menuturkan tenaga pendidik di SMA N 1 Depok telah mendaftar vaksinasi melalui pendaftaran online, namun hingga saat ini masih menunggu jadwal vaksinasi.

“Belum semua [melaksanakan vaksinasi]. Kami menunggu jadwal dari puskesmas dan dinas [Dinas Kesehatan Sleman], belum keluar jadwalnya. Kami sudah mendaftar melalui pendataan online,” ujarnya, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: PPKM Mikro di Jogja Bakal Diperpanjang Lagi, Tapi Pertunjukan Seni Boleh Digelar

Hal serupa juga diungkapkan salah Kepala Sekolah SMP N 1 Sayegan, Rini Trimurti. Ia menjelaskan tenaga pendidik di SMP N 1 Sayegan sudah terdaftar di puskesmas, namun belum mendapatkan jadwal vaksinasi. “Sudah didaftar tapi belum dapat jadwal,” katanya.

Kepala Dinas kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menuturkan hingga saat ini, sebanyak 9,206 tenaga pendidik telah melaksanakan vaksinasi di puskesmas. “Yang datang ke puskesmas 9.668 orang, 9.206 sudah divaksin, yang lain pending,” katanya.

Jumlah ini belum ada separuh dari total tenaga pendidik di Sleman yang terdaftar untuk vaksinasi, yakni sebanyak 20.207 orang. Pelaksanaan vaksinasi tenaga pendidik ia targetkan selesai pada 31 Maret mendatang untuk dosis pertama.

Baca juga: Puluhan Orang Terinfeksi Corona, Masjid Jogokaryan Tetap Beraktivitas seperti Biasa

Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY, Kisworo, mengungkapkan sejauh ini belum ada laporan tenaga pendidik yang menolak vaksinasi. “DI DIY tidak ada. Dari kabupaten juga belum dapat laporan,” katanya.

PGRI mendukung vaksinasi kepada tenaga pendidik untuk melindungi tenaga pendidik saat menjalankan tugasnya di sekolah. “Harapanya divaksin semua, supaya secara psikologis siap, mengajar dengan rasa nyama dan tenang,” ujarnya.