Petani Kulonprogo Tolak Impor Beras

Salah satu petani di Kulonprogo, Setyaningrum, 27, warga Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kulonprogo saat diwawancarai pada Jumat (19/3/2021). Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
19 Maret 2021 13:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, TEMON--Wacana pemerintah pusat untuk mengimpor beras sebanyak satu juta ton ditentang keras oleh sebagian petani yang ada di Kulonprogo. Stok beras di Kulonprogo dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga, wacana impor beras dinilai merugikan petani.

Salah satu petani di Kulonprogo, Setyaningrum, 27, warga Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kulonprogo, mengatakan tidak sependapat dengan wacana pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian yang mempunyai wacana untuk melakukan impor beras.

BACA JUGA : Pemerintah Hobi Impor Beras, Petani di Sleman Merana

"Kalau di daerah Kulonprogo ini kan gabah sudah cukup, berasa sudah cukup, kenapa harus impor. Kalau menurut saya pribadi saya kurang setuju itu [impor beras]," ujar Setyaningrum saat dikonfirmasi pada Jumat (19/3/2021).

Ketidaksetujuan Setyaningrum bukan tanpa alasan. Pasalnya, stok berasa di kabupaten Kulonprogo masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Dari musim panen ke panen lainnya stok berasa masih ada," kata Setyaningrum.

Soal harga, harga gabah kering giling di pasaran juga mengalami penurunan. Harga gabah kering berdasarkan penuturan Setyaningrum sebelumnya berada di angka Rp3.400 per kilogram.

"Harga gabah menurun, sekarang hanya Rp3.000. Tahun lalu harga gabah berada di angka Rp3.800 itu dari ladang langsung ke tengkulak. Setahun itu dua kali panen. Dari musim hujan ke musim kemarau," imbuhnya.

BACA JUGA : Minta Budi Waseso Tak Impor Beras, Susi Pudjiastuti: Please Fight Pak

Jika pemerintah pusat merealisasikan wacana impor, kata Setyaningrum, harga gabah di pasaran kemungkinan besar akan kembalikan mengalami penurunan. "Menurut pendapat saya itu (impor beras) akan merugikan petani. Kalau menurut saya pribadi tidak setuju," kata Setyaningrum.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Aris Nugroho mengatakan produksi beras di Kulonprogo setiap tahunnya surplus berkisar 44 ribu ton. Sehingga, stok gabah dan beras mencukupi kebutuhan masyarakat.

Saat ini, sampai bulan April, Kulonprogo memasuki panen raya masa tanam I sekitar seluas 4.150 hektare di wilayah Temon, Wates, sebagian wilayah Panjatan, sebagian wilayah Sentolo, sebagian Nanggulan.

"Sebelumnya, di bulan Desember 2020 sampai dengan Februari Kulonprogo panen 4799 hektare meliputi wilayah Kalibawang sebagian Nanggulan, sebagian Girimulyo, Galur dan Lendah. Total produksi beras tahun 2020 (Januari sampai Desember) di Kulonprogo sebanyak 79.457 ton," tutup Aris.