Semalam, Merapi Muntahkan Lava 14 Kali

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
21 Maret 2021 08:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncuran 800 meter. Semalam tercatat Merapi menyemburkan lava pijar sebanyak 14 kali. Terdiri atas periode Sabtu (20/3/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB sebanyak 4 kali dan Minggu (21/3/2021) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB tercatat 10 kali.

Berdasarkan data BPPTKG pada Minggu (21/3/2021) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB kondisi Merapi cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 14-21 °C, kelembaban udara 73-98 %, dan tekanan udara 568-685 mmHg.  Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

BACA JUGA : Kubah Lava di Tengah Kawah Merapi Tumbuh 12.800 Meter Kubik Per Hari

“Pada periode ini teramati 10 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 800 meter ke arah barat daya,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan resminya, Minggu (21/3/2021).

Aktivitas kegempaan periode Minggu (21/3/2021) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB terpantau guguran terjadi 36 kali dengan amplitudo  3-25 mm dan durasi antara 11 detik hingga 80 detik. Gempa embusan tidak terdeteksi sedangkan gempa fase banyak tercatat 1 kali dengan amplitude 4 mm dan durasi 7 detik.

Sedangkan pada periode pengamatan Sabtu (20/3/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB terpantau cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 14-24 °C, kelembaban udara 63-95 %, dan tekanan udara 457-704 mmHg. Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati.

BACA JUGA : Hujan Deras, Lahar Gunung Merapi Mulai Masuk BOD VI

“Pada periode ini teramati empat kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 800 meter ke arah barat daya,” ujarnya.

Aktivitas kegempaan periode Sabtu (20/3/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB terpantau guguran terjadi 18 kali dengan amplitudo 3-25 mm dan durasi antara 11 detik hingga 98 detik. Gempa embusan juga tidak terdeteksi sedangkan gempa fase banyak tercatat 1 kali dengan amplitude 6 mm dan durasi 8 detik.

Dengan demikian dalam semalam atau 12 jam terakhir terjadi guguran lava pijar 14 kali terdiri atas periode pengamatan Sabtu (20/3/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB terjadi 4 kali dan periode Minggu (21/3/2021) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB terjadi 10 kali.