Bantul Tak Gelar Vaksinasi Antraks, Ini Alasannya

Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019). - Istimewa
21 Maret 2021 14:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul memastikan tidak menggelar vaksinasi antraks terhadap hewan ternak yang ada di wilayahnya. Langkah ini dilakukan karena Bantul selama ini dikenal bebas antraks.

“Kami memang tidak ada vaksinasi antraks. Berbeda dengan Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo. Mereka menggelar vaksinasi atraks,” kata  Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP2KP Bantul Joko Waluyo, Minggu (21/3/2021).

BACA JUGA : 27 Orang Positif Antraks, Sultan: Saya Mohon Orang 

Lebih lanjut Joko mengungkapkan, ketiga kabupaten di DIY tersebut menggelar vaksinasi antraks karena sempat terdapat kasus. Alhasil, Kementerian Pertanian, akhirnya melakukan vaksinasi sebagai upaya pengendalian dan mencegah kembali munculnya antraks.

“Jadi yang divaksinasi itu daerah yang pernah kena dan sedang kena antraks. Sejauh ini, Bantul aman. Dan, mudah-mudahan tetap aman dari kasus ini,” papar Joko.

Kendati belum pernah menemukan kasus antraks, namun sejumlah usaha telah dilakukan oleh DP2KP Bantul sebagai upaya mencegah timbulnya kasus. Salah satunya adalah dengan pengetatan terhadap keluar masuknya hewan ternak baik di pasar hewan maupun di tempat pemotongan hewan.

BACA JUGA : Di Tengah Pandemi Corona, Penyebaran Antraks Tetap 

“Jadi tidak hanya dagingnya, kami juga awasi lalu lintas ternak. Di pasar hewan kami lakukan pengawasan ketat,” papar Joko.

Pengawasan ketat yang dimaksud Joko adalah adanya kewajiban penyemprotan desinfektan  pada ternak dan melakukan pemeriksaan kesehatan saat di pasar hewan. “Harapannya jangan sampai ada kasus tersebut di Bantul,” harap Joko.