Freiburg vs Aston Villa, Duel Taktik di Liga Europa
Freiburg vs Aston Villa di Liga Europa diprediksi berlangsung ketat. Emery andalkan pengalaman Eropa, Freiburg kuat di kandang.
Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul memastikan tidak menggelar vaksinasi antraks terhadap hewan ternak yang ada di wilayahnya. Langkah ini dilakukan karena Bantul selama ini dikenal bebas antraks.
“Kami memang tidak ada vaksinasi antraks. Berbeda dengan Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo. Mereka menggelar vaksinasi atraks,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP2KP Bantul Joko Waluyo, Minggu (21/3/2021).
BACA JUGA : 27 Orang Positif Antraks, Sultan: Saya Mohon Orang
Lebih lanjut Joko mengungkapkan, ketiga kabupaten di DIY tersebut menggelar vaksinasi antraks karena sempat terdapat kasus. Alhasil, Kementerian Pertanian, akhirnya melakukan vaksinasi sebagai upaya pengendalian dan mencegah kembali munculnya antraks.
“Jadi yang divaksinasi itu daerah yang pernah kena dan sedang kena antraks. Sejauh ini, Bantul aman. Dan, mudah-mudahan tetap aman dari kasus ini,” papar Joko.
Kendati belum pernah menemukan kasus antraks, namun sejumlah usaha telah dilakukan oleh DP2KP Bantul sebagai upaya mencegah timbulnya kasus. Salah satunya adalah dengan pengetatan terhadap keluar masuknya hewan ternak baik di pasar hewan maupun di tempat pemotongan hewan.
BACA JUGA : Di Tengah Pandemi Corona, Penyebaran Antraks Tetap
“Jadi tidak hanya dagingnya, kami juga awasi lalu lintas ternak. Di pasar hewan kami lakukan pengawasan ketat,” papar Joko.
Pengawasan ketat yang dimaksud Joko adalah adanya kewajiban penyemprotan desinfektan pada ternak dan melakukan pemeriksaan kesehatan saat di pasar hewan. “Harapannya jangan sampai ada kasus tersebut di Bantul,” harap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Freiburg vs Aston Villa di Liga Europa diprediksi berlangsung ketat. Emery andalkan pengalaman Eropa, Freiburg kuat di kandang.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.