Advertisement
Bantul Tak Gelar Vaksinasi Antraks, Ini Alasannya

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul memastikan tidak menggelar vaksinasi antraks terhadap hewan ternak yang ada di wilayahnya. Langkah ini dilakukan karena Bantul selama ini dikenal bebas antraks.
“Kami memang tidak ada vaksinasi antraks. Berbeda dengan Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo. Mereka menggelar vaksinasi atraks,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP2KP Bantul Joko Waluyo, Minggu (21/3/2021).
Advertisement
BACA JUGA : 27 Orang Positif Antraks, Sultan: Saya Mohon Orang
Lebih lanjut Joko mengungkapkan, ketiga kabupaten di DIY tersebut menggelar vaksinasi antraks karena sempat terdapat kasus. Alhasil, Kementerian Pertanian, akhirnya melakukan vaksinasi sebagai upaya pengendalian dan mencegah kembali munculnya antraks.
“Jadi yang divaksinasi itu daerah yang pernah kena dan sedang kena antraks. Sejauh ini, Bantul aman. Dan, mudah-mudahan tetap aman dari kasus ini,” papar Joko.
Kendati belum pernah menemukan kasus antraks, namun sejumlah usaha telah dilakukan oleh DP2KP Bantul sebagai upaya mencegah timbulnya kasus. Salah satunya adalah dengan pengetatan terhadap keluar masuknya hewan ternak baik di pasar hewan maupun di tempat pemotongan hewan.
BACA JUGA : Di Tengah Pandemi Corona, Penyebaran Antraks Tetap
“Jadi tidak hanya dagingnya, kami juga awasi lalu lintas ternak. Di pasar hewan kami lakukan pengawasan ketat,” papar Joko.
Pengawasan ketat yang dimaksud Joko adalah adanya kewajiban penyemprotan desinfektan pada ternak dan melakukan pemeriksaan kesehatan saat di pasar hewan. “Harapannya jangan sampai ada kasus tersebut di Bantul,” harap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Hasan Nasbi Tak Jadi Mundur sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Balik Lagi karena Loyal
Advertisement

Asyiknya Interaksi Langsung dengan Hewan di Kampung Satwa Kedung Banteng
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Tugu Adipura Senilai Rp734 Juta Ditarget Selesai Sebelum Hari Jadi Gunungkidul
- Dampak Hujan dan Angin Kencang di Sleman, Warga Widodomartani Ngemplak Meninggal Tertimpa Pohon
- Kembangkan Pevita Jadi Perpustakaan Jogja Ramah Anak
- Bupati Sleman Segera Terbitkan SE Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih
- Petani Gunungkidul Ingin Punya Pasar Lelang Sendiri, Ini Tujuannya
Advertisement