Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul menyemprotkan cairan disinfektan di area Pasar Hewan Siyonoharjo di Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Rabu (15/4/2020). Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan antraks yang sempat merebak di wilayah 2019 lalu.
Kepala Bidang Pasar Disperindag Gunungkidul, Ari Setiawan, mengatakan jajarannya tidak hanya mewaspadai penyebaran Covid-19. Potensi penyebaran antraks masih mungkin terjadi karena sejumlah kasus telah ditemukan di Gunungkidul.
Langkah antisipasi dilakukan dengan cara penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah pasar hewan. Pada Rabu penyemprotan difokuskan di area Pasar Hewan Siyonoharjo, Logandeng. Penyemprotan selanjutnya menyasar kawasan Pasar Hewan Munggi, Desa Semanu, Kecamatan Semanu. “Penyemprotan kami lakukan secara berkala sehingga ancaman antraks terhadap ternak di pasar bisa dicegah,” katanya kepada Harian Jogja, Rabu.
Untuk penyemprotan disinfektan Disperindag mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul. “Kami menyiapkan petugas penyemprot, dan cairan disinfektan kami peroleh dari DPP,” katanya.
Disinggung mengenai upaya pencegahan virus Corona di pasar, Ari mengakui sudah menggelar sosialisasi terhadap pedagang pasar tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menurut dia, selain penyemprotan disinfektan pedagang maupun pembeli diimbau memakai masker dan sarung tangan saat berada di pasar. “Kami juga mengimbau warga selalu mencuci tangan menggunakan sabun agar terhindar dari penyebaran penyakit,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Kesehatan Veteriner DPP Gunungkidul, Retno Widiastuti, mengatakan upaya pencegahan antraks terus dilakukan secara berkala karena bakteri spora antraks bisa bertahan hingga puluhan tahun. Untuk di lokasi temuan kasus, hewan ternak milik warga divaksinasi sebanyak dua kali dalam setahun dengan rentang waktu selama 10 tahun.
Dia mencontohkan untuk vaksin antraks di Bejiharjo telah dilakukan dua kali. Rencananya vaksin diberikan lagi pada Juni 2020. Menurut dia, pemberian vaksin berdampak pada kondisi ternak sehingga penyuntikan harus diberikan kepada hewan yang sehat. Hewan yang bunting, kurus, sakit dan usianya di bawah tiga bulan tidak divaksin. “Kalau sakit dibiarkan sembuh dulu, karena jika tetap divaksin malah bisa mati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.