Mudik Lebaran Dilarang, Sekda DIY: Tidak Mungkin Pemudik Maksa Masuk Bisa Disaring

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji-Harian Jogja - Lugas Subarkah
26 Maret 2021 19:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kebijakan Pemerintah Pusat mengenai larangan mudik Lebaran ditanggapi beragam di tingkat daerah. Pemda DIY menyiapkan skenario seperti pengetatan mobilitas di tingkat desa.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengakui tidak memungkinkan semua pemudik yang memaksa masuk bisa difilter. Sehingga posko Covid-19 dari RT hingga kelurahan harus diaktifkan untuk melakukan screening. Mengingat pergerakan pemudik sebenarnya tidak hanya dari wilayah jauh antarprovinsi, namun juga bisa terjadi antarwilayah di DIY.

“Karena di DIY juga antarkabupaten tentu akan ada mobilitas yang tinggi, oleh karena itu keberadaan posko kalurahan menjadi sangat penting. Perlu ada pemantauan keluar masuk masyarakat di kampung,” katanya, Jumat (26/3/2021).

BACA JUGA: Siap-Siap! PPKM Mikro Bakal Diperluas setelah 5 April

Ia menambahkan jika sudah ditetapkan pelarangan tentu akan diperketat pemeriksaan di wilayah perbatasan DIY. Seperti di bandara dan stasiun akan ada pemeriksaan baik yang berangkat maupun pulang. “Begitu juga jalur darat perbatasan tentu akan dilakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Pemanfaatan GeNose di beberapa terminal dan stasiun akan dimaksimalkan. Jika pada setiap terminal memiliki GeNose akan memanfaatkan alat ini untuk melakukan pemantauan. “Karena GeNose pemeriksaannya tidak perlu antrean panjang sehingga memungkinkan dilakukan secara massal,” ujarnya.