Denyut Sarung Tangan Dunia di Gunungkidul dan Asa Ekspansi Woneel
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Pelaksanaan vaksinasi massal di Grha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Senin (15/2/2021). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul bakal memberikan insentif bagi petugas vaksinasi virus corona. Total anggaran yang disediakan mencapai Rp7,4 miliar.
Kepala Bidang Anggaran, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidu, Astuti Rahayu mengatakan, pemkab berkomitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi corona di Bumi Handayani. Hal ini dibuktikan adanya refokusing anggaran untuk vaksinasi. Total dana yang disediakan mencapai Rp9,3 miliar.
Dia menjelaskan, dana tersebut merupakan akumulasi beberapa kegiatan seperti operasonal pelaksanaan vaksinasi, pemantauan dan penanggulangan dampak pascavaksinasi serta distribusi pengamanan dan penyediaan tempat penyimpanan vaksin. Selain itu, ada juga untuk insentif tenaga kesehatan dalam rangka pelaksanaan vaksinasi.
Baca juga: Uang Pecahan Rp75.000 Kini Diedarkan Luas di Jogja, Yuk Tukar ke Bank!
“Jadi, insentif tidak hanya diberikan untuk tenaga kesehatan dalam upaya penanggulangan virus corona, tapi petugas vaksin juga mendapatkan,” kata Tutik, sapaan akrabnya kepada wartawan, Minggu (28/3/2021).
Dia menjelaskan, dari total anggaran kelancaran vaksinasi, paling banyak dipergunakan untuk insentif dalam rangka vaksinasi sebesar Rp7,4 miliar. Meski demikian, hingga saat ini insentif tersebut belum diberikan karena masih menunggu aturan dari Pemerintah Pusat yang berkaiatan dengan besaran dan penerimaan insentif.
Untuk sementara lanjut, Tutik, pagu anggaran yang ditetapkan mengacu pada uang lelah yang selama ini telah diberikan. “Ya kalau nanti petunjuk teknisnya sudah ada, maka akan kami lakukan penyesuaian sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.
Baca juga: Berada di Tempat Hiburan hingga Dini Hari, Puluhan Pengunjung Diangkut ke Kantor Polisi
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty membenarkan adanya tambahan honor bagi petugas vaksinasi. Meski demikian, tambahan tersebut bukan insentif karena nominalnya tidak sebesar yang diberikan kepada petugas kesehatan dalam rangka penanganan Covid-19. “Lebih tepatnya uang lelah,” katanya.
Dewi menuturkan, honor ini rencananya akan diberikan setelah petunjuk teknis dari Pemerintah Pusat dikeluarkan. “Pagunya sudah ada, tapi realisasi masih menunggu aturan pelaksana,” katanya.
Menurut dia, total ada 150 tenaga vaksinasi yang bekerja di 40 fasilitas kesehatan yang melayani vaksin corona. “Nanti semuanya akan dapat dan disesuaikan dengan ketentuan yang ada,” katanya.
Disinggung mengenai vaksinasi, Dewi mengakui proses berjalan terus. Ia mengungkapkan, untuk saat ini vaksinasi bagi petugas kesehatan sudah selesai. Sedangkan untuk tahap kedua, ada sekitar 65.000 orang yang bekerja di sektor layanan publik akan mendapatkan vaksin. “Masih proses dan perkembangan terakhir sudah mencapai 31%. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan selesai sesuai target,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Puluhan siswa dua sekolah di Temon Kulonprogo diduga keracunan makanan program MBG. Dinkes lakukan investigasi dan kirim sampel ke lab.
Simak rekomendasi website translator terbaik 2026, mulai Google Translate, DeepL, Microsoft Translator hingga layanan AI berbayar.
Monumen Paku Bumi mulai dibangun di Simpang Bayeman, Kota Magelang. Tingginya 15 meter dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.
Sembilan bank sampah aktif tersebar di setiap RW Gunungketur, Pakualaman, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
IHSG menguat 0,40 persen ke 6.462,43 saat pasar mencermati respons BI setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps.