Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Pegiat pariwisata di Kota Jogja melakukan aksi sosial dengan membersihkan kawasan pesestrian Malioboro, Selasa (30/3/2021). Aksi itu dilakukan untuk persiapan menyambut bulan suci ramadan-Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, JOGJA- Pelaku pariwisata yang tergabung dalam Forum Pegiat Pariwisata Yogyakarta (Forpepayo) melakukan aksi sosial dengan membersihkan kawasan pedestrian di sepanjang Jalan Malioboro, Selasa (30/3/2021). Aksi itu diharapkan mampu menjaga ikon pariwisata di Kota Yogya dan kembali menarik minat wisatawan sehingga membangkitkan industri pariwisata lokal.
"Ini merupakan inisiatif dari para pengurus dan program ini kami namakan hello jogja comunity yang mengajak para stakeholder dan pegiat pariwisata untuk peduli dan saling menjaga terhadap kelangsungan industri pariwisata di Kota Jogja," kata pengurus Forpepayo, Niken Anggraini.
BACA JUGA: Info Stok Darah di DIY, Selasa 30 Maret 2021
Dia mengungkapkan, aksi bersih-bersih itu juga dilakukan sebagai persiapan dalam menyambut bulan suci ramadan. Sebab, Malioboro sebagai jantung Kota Jogja diperkirakan masih akan menjadi tujuan utama wisatawan lokal untuk menghabiskan waktu maupun sebagai tujuan alternatif sambil menunggu saat berbuka.
"Malioboro juga kan sebagai ikon ya di Kota Jogja, jadi kami sebagai pelaku pariwisata merasa memiliki dan semoga pariwisata kian bangkit dan normal kembali," imbuhnya.
Dalam aksi bersih-bersih itu, para peserta membawa sejumlah peralatan kebersihan lengkap dan menyusuri kawasan pedestrian Malioboro. Mereka mulai membersihkan wilayah itu dari area depan hotel Inna Garuda hingga ke kawasan Malioboro mall.
Bangku-bangku pengunjung, pot tanaman penghias serta area di pinggir jalan pengendara melintas tak luput dibersihkan. Sekitar 50 peserta internal ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu.
"Saat ini memang masih dari pengurus internal ya, tapi kami perlahan-lahan coba untuk melibatkan pedagang dan para pegiat lain di kawasan Malioboro, karena dengan menjaga dan merawat Malioboro kami harapkan masyarakat akan kembali berkunjung ke sini dengan menaati protokol kesehatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.