Ada Kado Manten, 3 Inovasi Layanan Kependudukan di Cangkringan

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menanam pohon di sela perayaan Mangayubagyo Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan yang ke-8, Rabu (7/4/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
07 April 2021 22:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kapanewon Cangkringan meluncurkan tiga inovasi dalam layanan administrasi kependudukan. Peresmian inovasi layanan kependudukan tersebut diluncurkan di sela perayaan Mangayubagyo Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan yang ke-8, Rabu (7/4/2021).

Panewu Cangkringan Suparmono mengatakan peluncuran inovasi tiga layanan kependudukan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pertama, inovasi kado manten. Melalui inovasi ini, katanya, masyarakat Cangkringan yang melakukan pernikahan akan langsung mendapatkan dokumen kependudukan yang baru.

"KTP yang baru dengan status yang sudah berubah, Kartu keluarga [KK] yang sudah terpisah dengan orang tua, KK mertua dan KK orang tua. Jadi selesai menikah langsung mendapatkan dokumen kependudukan yang lengkap,” jelasnya di sela perayaan Mangayubagyo Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan yang ke-8, Rabu (7/4/2021).

Dia mengatakan, inovasi tersebut dibuat karena banyak ditemukan pasangan baru menikah yang malas mengurus dokumen kependudukan keluarga. “Banyak keluarga lupa mengurus dokumen keluarga. Ingatnya ketika sudah memiliki anak. Ini yang tentunya menghambat proses pembuatan akta anak,” jelasnya.

Inovasi yang kedua, lanjut Suparmono, yakni proses pembuatan KTP baru yang cepat bagi warga Cangkringan yang berusia 17 tahun. Inovasi layanan ini dinamakan “3 jam untuk Sweet 17”. "Warga datang, kemudian foto, tunggu beberapa saat, pulang langsung membawa KTP. Proses pembuatan KTP hanya 3 jam,” katanya.

Inovasi tersebut diharapkan dapat mendorong warga yang berumur 17 tahun untuk membuat dokumen kependudukan. Sejak diuji coba mulai Maret lalu, katanya, antusias masyarakat menggunakan inovasi layanan ini sangat tinggi. “Awal Maret saja ada 40 KTP baru, sebelumnya biasa hanya 10-15 KTP saja,” katanya.

Inovasi yang terakhir, lanjut Suparmono, Kapanewon Cangkringan berkomitmen tertib Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lunas pada Mei setiap tahunnya. Tidak hanya kapanewon, tetapi komitmen yang sama juga disanggupi bersama lurah dan dukuh se Cangkringan. "Ini dilakukan agar para wajib pajak taat membayar pajaknya dan mempercepat dalam pembayaran PBB," katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengapresiasi program unggulan pelayanan kependudukan yang di launching tersebut. Ia berharap program tersebut dapat memberikan kemudahan dan proses yang lebih cepat bagi masyarakat Cangkringan dalam mengurus administrasi kependudukan.