BOB Pastikan Tujuh Desa Wisata di DIY & Jateng Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Badan Otorita Borobudur mengakhiri rangkaian kegiatan pelatihan adaptasi kebiasaan baru dengan kegiatan bertajuk Self Declare dengan penggiat tujuh desa wisata di Jawa Tengah dan DIY bertempat di Gerbang Samudera Raksa, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, Jumat (9/4/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
10 April 2021 20:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KALIBAWANG--Badan Otorita Borobudur mengakhiri rangkaian kegiatan pelatihan adaptasi kebiasaan baru dengan kegiatan bertajuk Self Declare dengan penggiat tujuh desa wisata di Jawa Tengah dan DIY. Kegiatan bertempat di Gerbang Samudera Raksa, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, Jumat (9/4/2021).

"Hari ini kami lakukan kegiatan Self Declare sebagai wujud komitmen pengelola desa wisata untuk bisa menerapkan ilmu yang di dapat selama pelatihan dan pendampingan adaptasi kebiasaan baru [AKB] sumber daya manusia [SDM] pariwisata, sehingga destinasi desa wisata siap untuk di buka kembali setelah mendapatkan ijin dari Satgas Covid-19 setempat," ujar Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB ), Indah Juanita, Jumat (9/4/2021).

Indah sadar pandemi Covid-19 masih belum hilang meskipun vaksinasi sudah dilaksanakan. Terlebih, pelaku pariwisata juga telah divaksinasi agar sektor pariwisata mulai bergeliat kembali. "Adaptasi kebiasaan baru diharapkan dapat mulai memulihkan perekonomian melalui kunjungan wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan," terang Indah.

Baca juga: 63.696 Pekerja Formal di Sleman Tunggu Keputusan tentang THR

Lebih lanjut, Badan Otorita Borobudur turut membantu aktivasi destinasi melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru destinasi pariwisata. Terdapat tujuh daya tarik wisata yang sudah diberikan pelatihan oleh BOB.

Adapun, tujuh titik destinasi di Jawa Tengah dan desa wisata yang dipilih, antara lain Desa Pandanrejo, Desa Sedayu, dan Desa Benowo di Kabupaten Purworejo, Desa Ngargoretno serta Desa Ngargosari di Kabupaten Magelang, Desa Gerbosari dan Desa Pagerharjo di Kabupaten Kulonprogo.

"Pesertanya adalah pelaku wisata perwakilan dari tujuh destinasi wisata, masing-masing destinasi mewakilkan 20 peserta," imbuh Indah.

Perwakilan pelaku wisata di titik-titik destinasi tersebut telah mengikuti kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan. "Kemudian, meraka secara bersama-sama mengadakan self declare sebagai bentuk komitmen dalam pelaksanaan protokol kesehatan di destinasi wisata," kata Indah.

Pada kegiatan Pelatihan dan Pendampingan tersebut, BOB berkolaborasi dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Dinas Pariwisata DIY, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Dinas Pariwisata Kulonprogo serta Lembaga Sertifikasi Jana Dharma Indonesia.

"Sosialiasi yang diberikan terkait dengan kebijakan pemerintah daerah tentang pengelolaan daya tarik wisata pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru serta penerapan CHSE (Cleanliness, Health, and Environmental Sustainability)," ujar Indah.

Adapun, aktivitas pelatihan dan pendampingan dilakukan melalui pembekalan materi terkait visitor management yang meliputi carrying capacity dan alur wisatawan, pemetaan zonasi kunjungan wisatawan, traffic management, hingga simulasi kunjungan wisatawan oleh pengelola destinasi wisata.

Baca juga: Santunan Kematian Korban Laka Diberikan Kurang dari 24 Jam

Sementara itu, Bupati Kulonprogo Sutedjo mendukung program kegiatan yang diselenggarakan BOB bagi pariwisata di Kulonprogo. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisata di Kulonprogo yang telah dibuka kembali dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Sekarang ini kebiasaan baru memang salah satu syarat wajib yang harus diterapkan dan dipedomani demi pemulihan sektor wisata di Kulon Progo," kata Bupati.