TPF Bongkar Keterlibatan Guru & Kepala Sekolah Terkait Bocornya Soal ASPD di SMP N 4 Depok

Ilustrasi Sekolah - Ist/Riauonline
13 April 2021 13:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Tim Pencari Fakta (TPF) dugaan kebocoran soal Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) 2021 di sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 4 Depok Sleman memberikan tiga rekomendasi kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY serta Dinas Pendidikan Sleman. Tim menemukan adanya keterlibatan dan kelalaian kepala sekolah serta guru dalam kasus tersebut.

Ketiga rekomendasi tersebut adalah, pertama, pelaksanaan ujian ASPD 2021 untuk mata pelajaran matematika diulang bagi seluruh kelas IX SMPN 4 Depok, Sleman pada 15 April 2021 mengunakan paket soal baru.

Kedua, Dinas Pendidikan Sleman mengambil tindakan sesuai dengan kewenangannya untuk menonaktifkan sementara kepala sekolah dan guru matematika sampai laporan akhir tim investigasi selesai.

BACA JUGA : Heboh Kabar Guru Bocorkan Soal ASPD SMP di Sleman

Ketiga, “Menyerahkan bentuk sanksi lebih lanjut atau pelanggaran tersebut sesuai kewenangan kepada Dinas Pendidikan Sleman,” kata Koordinator TPF Dugaan Kebocoran Soal ASPD, Timotius Apriyanto, dalam jumpa pers di kantor Disdikpora DIY, Selasa (13/4).

Apriyanto mengatakan TPF terdiri dari sembilan orang yang terdiri dari unsur Disdikpora DIY, Dinas Pendidikan kabupaten dan kota serta Dewan Pendidikan. Tim bekerja untuk melakukan investigasi atas indikasi kebocoran soal matematika di SMPN 4 Depok, Sleman.

Dia memaparkan, dari hasil penelusuran TPF pada 15-16 diadakan penulisan naskah soal di Hotel Tirta Kencana untuk tim penulis naskah empat mata pelajaran yang diujikan dalam ASPD 2021. Kemudian pada 17-19 Maret 2021 diadakan review atau penelaahan soal ASPD bersama tim review dan tim teknis.

“Ada kemungkinan pintu masuk indikasi kebocoran soal ASPD berasal dari anggota tim reviewer yang tergabung dalam WA grup [grup aplikasi percakapan Whatsapp] tim reviewer,” kata Apriyanto.

BACA JUGA : Ratusan Siswa di Bantul Dijadwalkan Ikut ASPD Susulan

Dalam grup aplikasi khusus penelaahan soal tersebut sebanyak 18 orang yang terdiri dari tim penelaah berjumlah sebanyak 12 orang dan tim teknis sebanyak enam orang. Salah satunya adalah Kepala sekolah SMPN 4 Depok Sleman yang masuk tim penelaah.

Menurut dia, sistem ASPD hanya bisa diakses oleh tim penelaah dan tim teknis sehingga sudah aman dari sisi teknologi. Kemudian ada pengakuan dari kepala sekolah SMPN 4 Depok, Sleman telah mengirimkan file dokumen atau file review soal paket satu kepada guru matematika SMPN 4 Depok, Sleman.

“Tim investigasi menemukan ada unsur pelanggaran kode etik guru dan pelanggaran pakta integritas oleh kepala sekolah selaku salah satu anggota tim reviewer dan serta kelalaian pelanggaran kode etik guru matematika SMPN 4 Depok, Sleman dalam pelaksanaan ASPD 2021,” ujar Apriyanto. Pakta integritas telah ditandatangani oleh tim penyusun soal, tim penelaah maupun tim teknis untuk tidak membocorkan soal ASPD.