Polres Kulonprogo Kerahkan Ratusan Personel untuk Operasi Prokes

Polres Kulonprogo menerjunkan sebanyak 140 personal dalam operasi keselamatan progo 2021. Dalam operasi yang digelar selama kurun waktu 12 sampai dengan 25 April 2021 bakal berfokus pada operasi protokol pencegahan penularan Covid-19. - Ist/Polres Kulonprogo.
13 April 2021 07:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH--Polres Kulonprogo menerjunkan sebanyak 140 personal dalam operasi keselamatan progo 2021. Dalam operasi yang digelar selama kurun waktu 12 sampai dengan 25 April 2021 bakal berfokus pada operasi protokol pencegahan penularan Covid-19.

Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP A. Purwanta mengatakan dalam operasi tersebut Polres Kulonprogo bakal membagi personel dalam tiga satuan tugas (satgas). Di antaranya, satgas Ban Ops yang akan membantu pelaksanaan operasi, satgas preemtif yang akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat, dan satgas preventif yang melaksanakan patroli.

BACA JUGA : Ditemukan Banyak Pelanggaran Penerapan Prokes

“Harapannya bulan ramadan ini bisa berjalan kondusif. Jadi, kami mengimbau kepada masyarakat agar mau menunda mudik sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19," ujar Purwanta, pada Senin (12/4/2021).

Dalam operasi keselamatan progo 2021, Polres Kulonprogo mengedepankan sisi humanis kepada masyarakat. Khususnya, untuk memberikan pemahaman terkait larangan mudik yang menjadi keputusan pemerintah pusat.

Sementara itu, Wakapolres Kulonprogo Kompol Sudarmawan mengatakan upaya pengawasan perbatasan wilayah Kulonprogo. Seperti di wilayah Temon yang merupakan pintu masuk daerah barat seperti Jabodetabek maupun Purworejo dan Kalibawang yang berbatasan langsung dengan Magelang.

"Kepada yang bersangkutan akan kami imbau untuk putar balik. Untuk tahun ini kendaraan yang mau mudik akan kami berhentikan dan periksa dengan edukasi secara persuasif," ujar Sudarmawan.

BACA JUGA : Warung & Kafe Pelanggar Prokes PPKM Bertebaran

Sudarmawan menyampaikan bahwa pada operasi keselamatan Progo tahun 2020 lalu pihaknya mencatat ada sebanyak 233.193 pelanggaran lalu lintas. "Dengan sanksi tilang sebanyak 78.485 serta sanksi teguran 153.708," kata Sudarmawan.