Advertisement
Sebelum Lakukan PTM, SMK di Bantul Berkali-kali Komunikasi dengan Wali Murid
Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL - Seluruh siswa kelas X dan XI SMKN 1 Bantul tengah mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk beberapa waktu kedepan. Para siswa telah diizinkan oleh orang tua maupun wali masing-masing untuk mengikuti PTM selama pandemi.
Kepala Sekolah SMKN 1 Bantul, Mujari menegaskan jika sosialisasi dan komunikasi dengan orang tua maupun wali murid menjadi aspek penting dalam pelaksanaan PTM. Mujari menerangkan jika SMKN 1 Bantul telah berkali-kali melakukan sosiasilasi dengan perwakilan wali murid sejak tahun lalu.
Komunikasi soal PTM juga dijalankan intens melalui wali kelas kepada wali murid masing-masing. "Jelas komunikasi harus dibangun, karena sebetulnya kebutuhan orang tua siswa dan sekolah harus sinergi," ujarnya pada Selasa (20/4/2021).
Baca juga: Ada Warga yang Pingsan & 2 Meninggal, Begini Awal Mula Klaster Takziah di Gunungkidul
Advertisement
"Tidak ada wali yang menolak. Karena kita sudah berikat surat edaran, kemudian melalui google form kita minta pendapatnya. Kalau memang tidak mengizinkan anak tetap kita fasilitasi secara daring," tuturnya.
Saat ini sebanyak 570 siswa SMKN 1 Bantul gabungan dari kelas X dan XI tengah menjalani pembelajaran tatap muka terbatas. Sementara sebanyak 571 siswa lainnya harus menjalani pembelajaran daring. Setelah satu pekan, siswa yang menjalankan PTM akan bergantian dengan siswa yang selama sepekan belajar daring.
Kendati seluruh siswa diizinkan walinya untuk mengikuti PTM, Mujari menerapkan aturan tegas bagi siswa yang sakit. Dijelaskan Mujari, siswa yang sakit atau masuk dalam tracing tidak diperbolehkan masuk sekolah.
"Dari sekolah sudah membuat aturan, kalau sakit tidak boleh masuk. Saya tegaskan, tidak boleh masuk. Bukan hanya menganjurkan, tetapi mengharuskan tidak masuk sekolah. Itu berlaku untuk pengajar dan karyawan sekolah," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kondisi Andrie Yunus Korban Air Keras Belum Membaik, Masih di HCU
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
Advertisement
Advertisement





